Survei JSPP: Figur Ridwan Kamil Dongkrak Elektabilitas Jokowi-Maruf

Figur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi Widodo-Maruf Amin di Jawa Barat. Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil survei Rectoverso Institute bekerjasama

Survei JSPP: Figur Ridwan Kamil Dongkrak Elektabilitas Jokowi-Maruf
INILAH, Bandung-Figur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi Widodo-Maruf Amin di Jawa Barat. Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil survei Rectoverso Institute bekerjasama dengan Jaringan Survei Pemuda Pelajar (JSPP) Jabar.
 
Peneliti Rectoverso Institute Romdin Azha mengatakan, trend elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin boleh dibilang meningkat sejak satu tahun ke belakang. Tepatnya, pada bulan Mei dan Juni 2018, di mana kala itu Jabar masih menjadi lumbung suara Prabowo Subianto.
 
“Kondisi ini (kenaikan) terjadi karena kinerja petahana dinilai sangat bagus, 72 persen. Jadi, 72 persen masyarakat Jawa Barat menganggap petahana ini baik dalam kinerjanya,” ujar Romdin di kawasan Jalan Surapati, Kota Bandung,  Senin (1/4).
 
Menurut dia, pengaruh sosok Ridwan Kamil yang telah terang-terangan memberikan dukungan kepada pasangan capres nomor urut 01 turut mempengaruhi kenaikan elektabilitas. 
 
“Faktor endorsment tokoh yang sekarang sangat kelihatan adalah Gubernur Ridwan Kamil. Setelah kita cek, ternyata tingkat endorsement hampir 25 persen dari pemilih, ini sangat signifikan,” tuturnya. 
 
Romdin menambahkan, pemilih yang digaet Ridwan Kamil pada Pilgub 2018 di Jabar melengkapi pemilih dari pasangan nomor urut 01. Di mana, dia menilai, ada kencenderungan perbedaan pemilih antara Ridwan Kamil di Pilgub 2019 dan Jokowi-Maruf.
 
“Pak Jokowi cenderungnya pemilihnya pendapatannya di bawah, pendidikan di bawah dan rendah. Kalau pemilih pak Ridwan Kamil cenderungnya menengah atas, milenial, tingkat pendidikannya tinggi. Jadi ketika pak Ridwan Kamil mendukung pak Jokowi, pemilih itu melengkapi,” paparnya.
 
Pada kesempatan ini, pihaknya merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres RI nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga di Jawa Barat. Adapun elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf berada di angka 48 persen, unggul tipis dari pasangan Prabowo-Sandiaga yang memiliki tingkat elektabitas 47 persen. Sementara yang belum memilih hanya 4 persen. 
 
“Kecenderungannya memang imbang tapi di sini pasangan 01 lebih unggul sedikit,” pungkasnya.
 
Sementara itu, Sekretaris Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandiaga Jawa Barat, Haru Suandharu, mengatakan hasil survei tersebut dijadikan pemacu agar bekerja lebih keras. Walaupun, lanjut dia, hasil tersebut ada perbeeaan dengan hasil survei internal yang dilakukan oleh pihaknya.
 
 
“Kalau di internal selisihnya 13 persen antara pak Jokowi dan pak Prabowo tapi di sini selisihnya tipis sekitar 2,5 persen untuk pak Jokowi. Kalau di survei internal kita, 13 persen  untuk (kemenangan) Pak Prabowoa. Tidak apa - apa, tinggal didiskusikan saja di tim pemenangan provinsi,” ujar Haru.
 
Di sisa 16 hari menjelang pencoblosan ini, Haru sampaikan, pihaknya akan bekerja keras untuk memenangkan pasangan capres cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga di Jawa Barat. Salah satunya adalah mengantisipasi praktik money politic yang disinyalir olehnya bakal terjadi di masa tenang.
 
“Kami meminta kepada saksi dan relawan pada hari tenang melakukan jaga lembur. Kalau ada pelaku money politic, langsung di OTT. Jangan cuma kpk saja OTT, tapi relawan juga OTT  mengantisipasi money politic,” ucapnya. 
 
Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Budiana merasa bersyukur, dengan hasil survei tersebut artinya masyarakat Jabar mengapresiasi  kinerja calon presiden RI Joko Widodo pada jabatannya sebagai Presiden RI petahana. 
 
“Kita akan berupaya untuk mempertahankan itu. DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Harus berpikir dan berjuang keras di hari-hari yang tinggal 16 hari lagi menjelang hari H pencoblosan,” katanya. 


Editor : inilahkoran