Tahan Laju Banjir Bandang, PLN Tanam 3.000 Pohon di Puncak

Kawasan Puncak sudah dua tahun berturut -turut mengalami banjir bandang. Gara-garanya, penurunan lahan hijau dan alih fungsi lahan.  UPDL PLN Bogor pun menanam 3.000 pohon di titik Km 0 Sungai Ciliwung di Citamiang, Desa Tugu Utara, Cisarua.

Tahan Laju Banjir Bandang, PLN Tanam 3.000 Pohon di Puncak
UPDL PLN Bogor menanam 3.000 pohon di titik Km 0 Sungai Ciliwung di Citamiang, Desa Tugu Utara, Cisarua.

INILAH, Cisarua - Kawasan Puncak sudah dua tahun berturut -turut mengalami banjir bandang. Gara-garanya, penurunan lahan hijau dan alih fungsi lahan.  UPDL PLN Bogor pun menanam 3.000 pohon di titik Km 0 Sungai Ciliwung di Citamiang, Desa Tugu Utara, Cisarua.

Akiman Nainggolan selaku Manager UPDL PLN Bogor mengatakan dalam penanaman 3.000 pohon ini, jajarannya dibantu Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Puncak Lestari dan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor.

"Penanaman 3.000 pohon di titik Km 0 Sungai Ciliwung di Citamiang, Desa Tugu Utara ini UPDL PLN Bogor dibantu LMDH Puncak Lestari dan KPH Bogor. Tujuan penanaman pohon ini agar bisa menahan laju banjir bandang akibat meluapnya Sungai Ciliwung baik yang terjadi di Bogor maupun Jakarta," kata Akiman kepada wartawan, Jumat (20/12).

Ia menerangkan penanaman pohon ini juga bagian dari visi PLN yaitu berbisnis tetapi berwawasan lingkungan dengan menjaga kelestarian lingkungan untuk diwariskan kepada generasi penerus bangsa selanjutnya.

"Program reboisasi atau penanaman pohon ini terdiri dari pohon buah jambu, buah nangka, pohon cemara, pohon rasamala dan lainnya yang sesuai dengan kawasan hutan di Gunung Gede Pangrango dan Gunung Kencana yang masuk dalan wilayah KPH Bogor. Mudah - mudahan program yang masuk dalam Corporate Social Responsibility (CSR) ini bisa dilakukan tiap tahun dan bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar," terangnya.

Adi Soma sebagai Asisten Perhutani KBKPH Bogor berharap kepedulian PLN dalam pelestarian lingkungan juga diikuti perusahaan atau masyarakat lainnya, karea bagaimanapun menjaga kelestarian hutan bukanlah tugas Perhutani saja..

"Luas Resort Cipayung di Cisarua dan Megamendung ini ada 2.500 hektare dan 5 persen atau 125 hejtare diantaranya masuk dalam kategori kritis hingga penanaman 3.000 pohon ini sedikit banyak membantu proses reboisasi hutan," harap Adi.

Ia menambahkan terjadinya banjir bandang di Bulan April 2019 lalu yang bukan masuk dalam musim kemarau itu karena adanya longsoran di lahan - lahan kritis, hingga penanaman pohon di lahan kritis seperti saat ini sangatlah diperlukan.

"Sebenarnya debit hujan saat April 2019 lalu itu biasa aja, namun karena banyak longsor di lahan kritis lalu membawa kayu pohon yang tumbang menyebabkan bencana banjir bandang. Lahan - lahan kritis itu harus kita reboisasi seperti halnya hari ini," tambahnya. (Reza Zurifwan)

 


Editor : Bsafaat