INILAH, Cimahi-Tahun ini, Pemkot Cimahi berencana mengembangkan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati). Karena lokasi bersinggungan dengan lahan warga, Pemkot pun berencana melakukan pembebasan lahan.
Sebelum melakukan pembangunan yang berlokasi di Cipageran, Cimahi Utara tersebut, Pemkot terlebih dulu mengkaji Detail Engineering Design (DED). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun sudah menyiapkan Rp 400 juta untuk 'menyewa' konsultan jasa DED.
"Kita sudah siapkan Rp 400 juta untuk DED. Jadi, nanti DED arahannya akan terlihat dibuat seperti apa," kata Kadis LH Kota Cimahi, Mochammad Ronny saat ditemui di Pemkot Cimahi, Hardjakusumah, Kamis (11/4/2019).
Taman Kehati termasuk ke dalam Kawasan Bandung Utara (KBU). Total aset tanah yang dimiliki Pemkot Cimahi itu mencapai 5 hektare. Saat ini lahan itu dimanfaatkan warga sekitar untuk ditanami berbagai jenis sayuran.
"Beberapa petani masih merawat, kita titip ke petani. Kita juga tanami dengan pohon bambu, kemudian pohon keras," ujarnya.
Rencana pengembangan Taman Kehati sepertinya akan menemui kendala. Sebab, di sana masih terdapa lahan milik warga yang harus dibebaskan. Luasnya mencapai 6.000 meter.
Posisi lahan milik warga itu tepat berada ditengah-tengah lahan Kehati, sehingga harus dibebaskan. Pihaknya menginginkan tanah itu dibebaskan, namun dengan harga wajar sesuai hasil penghitungan apraisal.
"Untuk saat ini anggarannya belum siap. Saya sedang berusaha. Perkiraan minimal itu Rp 3 miliar kalau dikasih harga Rp 500 ribu per meter," katanya.