Tahun Ini, Solve Education Lanjutkan Kemitraan dengan Pemprov Jabar
Solve Education berkomitmen memberikan edukasi berkualitas melalui solusi digital. Tahun ini, kemitraan dengan Pemprov Jabar berlanjut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Solve Education berkomitmen memberikan edukasi berkualitas melalui solusi digital berbasis game. Tahun ini, kemitraan dengan Pemprov Jabar berlanjut.
Direktur Pelaksana Solve Education Indonesia Talitha Amalia mengatakan, pihaknya bertekad untuk membantu para anak muda Indonesia meningkatkan kompetensi bahasa Inggris untuk mengakses keahlian yang berguna untuk masa depan mereka melalui solusi berbasis game.
Untuk itu, Solve Education bekerja sama dengan berbagai mitra untuk menjangkau lebih banyak orang. Pada tahun ini, Solve Education melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan memulai kemitraan dengan Pemerintah Kota Semarang.
Baca Juga: Edelweiss Hospital Bentang Salapan Segera Hadir di Cianjur
"Kerja sama antara Solve Education dengan pemerintah daerah ini menjangkau sekolah-sekolah dan komunitas belajar lokal yang membutuhkan program pendidikan relevan di abad 21.
Kita telah bermitra dengan sponsor korporasi dan organisasi pendidikan lainnya yang mempunyai semangat untuk memajukan kualitas SDM di negeri ini," kata Talitha, beberapa waktu lalu.
Kini, melalui game pendidikan Dawn of Civilization dan Ed the Learning Bot, Solve Education mengajak peserta didik untuk belajar sambil bermain.
Baca Juga: Arif Abdi dan Pasha Ungu Dirumorkan Jadi Cawabup Bogor Dampingi Jaro Ade
Salah satu program unggulannya yaitu pendidikan bahasa Inggris sebagai bahasa pengetahuan dan pemersatu dunia menjadi sangat penting untuk dikuasai oleh anak Indonesia pada masa kini dan akan datang agar lebih kompetitif dalam meraih cita-cita mereka.
Talitha menuturkan, pihaknya bertekad untuk membantu para anak muda Indonesia meningkatkan kompetensi bahasa Inggris untuk mengakses keahlian yang berguna untuk masa depan mereka melalui solusi berbasis game.
Pendekatan belajar bahasa Inggris melalui game yang dilakukan Solve Education sejalan dengan hasil survei dari Rakuten Insight pada bulan Maret 2022 yang menyatakan 72% responden Indonesia berusia 16-24 tahun bermain online game.
Baca Juga: Spoiler Kiss Sixth Sense Episode 1: Awal Mula Masa Depan Hong Ye Sool dan Cha Min Hu Terlihat Jelas
Survei tersebut juga menyatakan bahwa kebanyakan pemain game dari Indonesia bermain online game setiap hari. Maka dari itu, game cocok digunakan sebagai media belajar karena sifatnya yang menyenangkan, sehingga pelajar dapat mengakses pembelajaran tanpa merasa bahwa mereka sedang belajar.
"Ini sejalan dengan kutipan yang disampaikan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam beberapa kesempatan bahwa belajar itu harus menyenangkan," ujar Talitha.
Baca Juga: PPDB 2022 Ada 4 Perbedaan Kebijakan Aturan, Apa Saja?
Dia menyebutkan, pendekatan yang dilakukan itu menunjukkan dampak yang besar terhadap para pelajar. Hingga 2021, pengguna platform Solve Education memainkan 2,4 juta mini-lesson dan 66 tantangan belajar.
Sebanyak 91% pelajar menunjukkan peningkatan setelah belajar di platform game Dawn of Civilization dan Ed the Learning Bot. (*)
Editor : inilahkoran

