Tak hanya ADHD, Jungkook BTS Kini Akui Dirinya Mudah Mengalami Cemas di Tempat Ramai
Jungkook BTS kembali berbicara jujur bahwa dia mudah alami merasa cemas saat di tempat ramai.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jungkook BTS nampaknya menjadi salah satu idola K-Pop yang selalu terbuka membicarakan hal sensitif dengan penggemarnya ARMY.
Jungkook BTS kini kembali bersikap jujur dan terbuka kepada para penggemarnya mengenai masalah mentalnya.
Di masa lalu, Jungkook BTS sering mengadakan siaran langsung, mengobrol dengan penggemar selama berjam-jam, sambil juga dengan tulus mengungkapkan beberapa pemikiran terdalamnya.
Sebelumnya, sang idola mengakui mengidap ADHD, sesuatu yang telah dicurigai penggemar berdasarkan perilakunya.
Pada hari Minggu, 28 Juni 2026, sang idola kembali melakukan siaran langsung dari kamar hotelnya di Spanyol, di mana dia menghibur para penggemar dengan diskusi dan reaksi langsung.
Pada suatu momen selama siaran langsung, Jungkook BTS mulai berbicara tentang pengalamannya di Fashion Week, menyebutkan bahwa V dan J-Hope sama-sama menikmati menghadiri acara tersebut.
Sang idola mengakui bahwa dia merasa seperti sekarat ketika pergi ke acara-acara semacam itu, menjelaskan bahwa dia bukanlah tipe orang yang menikmati situasi tersebut.
Jungkook BTS mengatakan bahwa dia menjadi sangat berkeringat, dan tidak mampu melakukan obrolan ringan atau melakukan kontak mata.
Golden Maknae ini menjelaskan bagaimana dia mengatasinya, dengan mengatakan bahwa dia tidak fokus pada mata seseorang, dan mengatakan bahwa dia "bahkan tidak bisa memikirkannya" dan bahwa itu "menakutkan."
Banyak penggemar memiliki perasaan campur aduk tentang pengakuan sang idola, merasa sedih karena dia mengalami reaksi cemas seperti itu, tetapi senang karena dia merasa cukup nyaman untuk berbagi.
Banyak juga yang berbagi bahwa mereka merasa "dipahami" karena mereka juga mengalami perasaan serupa.
"Jungkook bicara soal kecemasannya di tempat-tempat yang terlalu ramai dan penuh stimulasi ya ampun, rasanya sesak sekali."
"Oh, Jungkook :( Rasanya campur aduk di satu sisi merasa dipahami, tapi di sisi lain merasa sangat sedih untuknya, karena aku sendiri pernah mengalami kecemasan sosial yang parah."
"Jungkook, seorang neurodivergen, menceritakan bagaimana rasanya setiap kali berada di depan banyak orang di dunia luar dengan lingkungan sehari-hari dan berbicara dengan orang-orang dia merasa seperti akan mati… pasti sulit baginya karena terasa sangat nyata, tetapi dia berani menghadapi ketidaknyamanan itu."***
Editor : Irma Nurfajri

