Tak Hanya Perusakan APK, Cawalkot Nomor Urut 1 Gerah Mendapat Serangan Negatif di Medsos
Praktik black campaign pada kian masif terjadi pada Pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Praktik black campaign pada kian masif terjadi pada Pemilihan Calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi 2024.
Alhasil, aksi black campaign itu membuat para calon mulai gerah. Salah satunya seperti diakui Calon Walikota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan.
Calon Walikota Cimahi ini mengaku dirinya kerap mendapat serangan negatif dari berbagai media sosial, seperti TikTok. Menurutnya, konten yang memuat dirinya cenderung menyerang dan tidak berdasar.
"Di medsos ada akun palsu yang cenderung menyerang saya, lebih menampilkan bahwa saya adalah memiliki hal negatif," kata Dikdik saat dikonfirmasi belum lama ini.
Dikdik menjelaskan, konten yang disebar lewat Tiktok mengenai dirinya sama sekali tidak berdasar dan cenderung mengarah kepada kampanye hitam atau black campaign.
Kendati begitu, dirinya sudah mengetahui akun tersebut berafiliasi dengan salah satu pasangan calon di Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Cimahi.
"Gak berdasar dan cenderung menyerang saya. Saya tau ini berkaitan dengan kontestan nomer berapa, saya imbau hentikan aktivitas akun anda," tegasnya.
Meski kerap mendapat serangan negatif lewat media sosial, sambung Dikdik, pihaknya meminta pendukung dan relawannya untuk tidak melakukan hal yang sama.
Sebaliknya, Dikdik mengintruksikan agar mereka melakukan kampanye yang sehat dan sesuai aturan yang diperbolehkan.
"Kita gak boleh lakukan hal sama tapi klarifikasi boleh, kampanye lakukan dengan cara baik," ucapnya.
Tak cuma black campaign melalui media sosial, Dikdik juga menyayangkan dan mengaku prihatin dengan adanya aksi perusakan alat peraga kampanye (APK) miliknya yang dilakukan orang tak dikenal.
Menurutnya, hal itu merupakan perilaku yang sangat tidak beradab dan tidak bermartabat.
"Saya sendiri merasa sedih dengan perpolitikan Pilkada ini dan mungkin saya termasuk paslon yang menjadi korban," ujarnya.
"Saya gak tau pelakunya tapi menunjukan ketidakberadaban terkait perusakan APK di semua sudut kota yang saya pasangi," sambungnya.
Oleh karena itu, Dikdik berharap kepada semua pasangan calon yang berkontestasi di Pilkada Kota Cimahi untuk mengedepankan ide dan gagasan dibandingkan cara-cara yang melanggar aturan.
Dikdik mengakui, dirinya sudah melaporkan terkait perusakan APK kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cimahi.
"Sudah lapor ke Bawaslu Kota Cimahi. Saya mengimbau pelaku hentikanlah perbuatan untuk merusak APK atau perbuatan lainnya yang bisa mengotori Pilkada ini," katanya.
"Saya berharap tetap kondusif dan menghasilkan pemimpin berdasarkan ide dan gagasan yang berpihak kepada masyarakat," sambungnya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Cimahi Fathir Rizkia Latif mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait perusakan APK dari tim pasangan nomor urut 1.
Menurutnya, Bawaslu Kota Cimahi saat ini sedang melakukan penelusuran.
"Kita sudah menerima laporannya dan sedang dilakukan penelusuran. Barang bukti yang kita terima berupa CCTV, tapi memang terduganya menggunakan helm dan plat nomernya tidak terlihat," ujar dia.
Namun untuk pelaporan terkait kampanye negatif yang dikeluhkan Dikdik, Fathir menyebutkan sejauh ini belum menerimanya.
"Untuk yang di media sosial saya belum menerimanya, tapi nanti saya konfirmasi dan pastikan lagi," tandasnya.
Seperti diketahui pada Pemilihan Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Dikdik berpasangan dengan Bagja Setiawan. Mereka diusung PKS, Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai NasDem.***
Editor : Ahmad Sayuti

