Tak Tergoyahkan, Prabowo Juara di Jabar

Jawa Barat masih wilayah Prabowo Subianto. Bukan melorot, kemenangannya bahkan kian meyakinkan. 

Tak Tergoyahkan, Prabowo Juara di Jabar
Prabowo-Sandi unggul telak di Jawa Barat pada Pilpres 2019. (Antara Foto)

INILAH, Bandung- Jawa Barat masih wilayah Prabowo Subianto. Bukan melorot, kemenangannya bahkan kian meyakinkan. 

Klaim keunggulan menjelang masa tenang dari Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Maruf Amin di Jawa Barat, tak lebih dari sekadar perang urat syaraf saja. Faktanya, warga Tanah Pasundan lebih menjatuhkan pilihannya pada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Klaim keunggulan itu, mengutip hasil survei yang tak diumumkan, sempat disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristyanto. Tak tanggung-tanggung, Dewan Pengarah TKD Jabar, Ridwan Kamil pun menyebutkan Jokowi-Maruf sudah unggul di Jawa Barat. Keunggulannya diklaim mencapai 4%.

Tapi, hasil hitung cepat alias quick count membuktikan lain. Rata-rata lembaga survei yang menggelar hitung cepat, menyebutkan Jabar masih dikuasai pemilih Prabowo. Bahkan CSIS-Cyrus Network merilis pasangan Prabowo-Sandi meraih 61,03% suara, sementara Jokowi-Maruf hanya 38,97%. Saat data itu dirilis, data suara yang masuk sudah mencapai 94,84%.

Hasil tersebut mematahkan pendapat sejumlah pelaku survei dan hitung cepat lain sebelumnya. Dalam acara hitung cepat di sebuah televisi swasta nasional, Rabu (17/4), petinggi Poltracking Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebutkan Jokowi-Maruf menipiskan kekalahan dibanding hasil pada Pemilu Presiden 2014.

Angka 61,03% itu lebih baik dibanding perolehan Prabowo pada Pilpres 2014, saat berpasangan dengan Hatta Rajasa. Saat itu, duet ini meraih 59,78% suara atau 14,167 juta suara, mengungguli Jokowi-Jusuf Kalla yang merebut 9,53 juta atau 40,22%.

Kota Bogor menjadi salah satu penyumbang keunggulan Prabowo-Sandi. Tim Tabulasi PKS Kota Bogor yang melakukan hitung cepat menemukan fakta Prabowo-Sandi menguasai 64,1% suara warga Kota Hujan, sementara sisanya sebesar 35,9% jatuh untuk Jokowi-Maruf.

Hitung cepat PKS Kota Bogor ini selesai tepat pada pukul 19.00 WIB yang berasal dari 300 TPS yang dipilih secara proporsional dari enam kecamatan. Sampel dipilih dengan menggunakan metode sistematik random sampling. Adapun margin of error sebesar plus-minus 1% pada tingkat kepercayaan 
95%. 

Ketua DPD PKS Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, hasil tersebut adalah bukti bahwa publik Kota Bogor menginginkan terjadinya pergantian presiden di tahun 2019. 

“Alhamdulillah, ini adalah karunia Allah Swt yang menunjukkan publik Kota Bogor menginginkan pemimpin baru di Indonesia. Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Bogor yang telah memberikan kepercayaan besar kepada Prabowo Sandi,” ungkap Atang  kepada wartawan.

Sukses Prabowo-Sandi seakan hendak menegaskan bahwa pilihan politik Wali Kota Bogor dua periode, Bima Arya Sugiarto tak berpengaruh bagi warganya. Setelah istirahat karena belum dilantik untuk periode kedua, Bima Arya yang politisi Partai Amanat Nasional itu secara mengejutkan mengumumkan dukungan terbukanya untuk pasangan Jokowi-Maruf.

Dari data hasil quick count Pilpres di Kota Bogor tersebut makin menunjukkan keperkasaan Prabowo-Sandi di seluruh Kecamatan di Kota Bogor. Tercatat, Prabowo Sandi unggul di seluruh kecamatan dari Jokowi Maruf. 

Keunggulan terbesar Prabowo Sandi terjadi di Kecamatan Tanah Sareal. Di sini, pasangan usungan Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat ini meraup 66,2% dibanding Jokowi-Maruf yang 33,8%.

Dalam pada itu, -Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Jawa Barat meminta seluruh elemen pendukung pasangan calon nomor urut 02 tetap mengawal proses perhitungan suara Pemilihan Umum 2019. Mengingat, laporan kecurangan yang diterima pihaknya dalam proses pemungutan suara.

“Kita harus terus menekankan teman-teman saksi di lapangan, tim pemenangan, struktur hingga tim relawan, jangan lengah, karena laporan tentang kecurangan sudah masuk,” ujar Haru di Trans Hotel, Kota Bandung, Rabu (17/4).

Adapun laporan kecurangan tersebut, dia sampaikan, terbanyak mengenai surat suara yang telah tercoblos untuk paslon nomor urut 01. Pihaknya sedang melakukan verifikasi guna menghimpun data yang akurat.

“Kalau videonya sudah masuk, tinggal cek dulu, teman-teman juga akurat, 
sebesar apa skalanya,” kata Haru.

BPD Prabowo-Sandi di Jabar mengklaim unggul sebesar 60%, berdasarkan data quick count. Pihaknya optimistis, kemenangan Praboso-Sandi masih terbuka lebar pada penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil Pemilu 2019.

“Ini posisi Jabar, Prabowo-Sandi yang menang. Itu yang kita terus semangati teman-teman saksi, karena saksi masih kerja sampai jam 12 malam. Jangan sampai mereka terpengaruh dengan berita-berita yang ada sehingga teman-teman nggak fokus,” katanya.

Imbauan Emil

Sementara Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk menyudahi perbedaan setelah melakukan pencoblosan untuk mulai membangun Indonesia bersama-sama.

Menurutnya jika bangsa ingin maju, harus menjaga kekompakan dan melupakan kompetisi pesta demokrasi ini. Dia menilai kekompakan adalah modal bagi kemajuan bangsa.

“Kita fokus membangun Indonesia yang berlimpah pekerjaannya, membangun pedesaan yang lebih maju, menjaga kekompakan. Lupakan perbedaan coblosan, itu hanya sebuah pilihan,” kata

Emil saat mengunjungi TPS di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Kontestasi politik lima tahunan ini ia harap selesai setelah proses pemungutan suara.

Kedepannya ia harap warga bisa mendukung kemajuan bagi Indonesia, khusunya Jawa Barat.
“Kita butuh lima tahun ini kompak menjaga keutuhan. Mudah-mudahan Indonesia akan lebih baik. Istilahnya menang, maju, juara, intinya mari berhimpun lagi, pakai waktunya tak membahas politik lagi, fokus pada produktivitas membangun Jawa Barat,” kata Emil.

Terhadap calon yang terpilih nanti, ia menyebutkan itu adalah kehendak dari Tuhan. Karena siapapun nantinya yang terpilih, ia rasa akan bertabiat baik untuk memimpin Indonesia.

“Kita terima dan kita dukung, karena semuanya orang baik, orang terpilih yang akan memimpin Indonesia dan wakil rayat kita,” katanya. (Rianto Nurdiansyah/Dani R Nugraha/Rizki Mauludi)


Editor : Bsafaat