Tangani Pandemi, Disparbud Jabar Getol Kolaborasi Dengan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat terus berkoordinasi dengan sejumlah ikatan alumni berbagai universitas. Termasuk dalam melakukan kegiatan sosial dan inovasi dari sisi keilmuan guna membantu menangani pandemi Covid-19 secara masif.

Tangani Pandemi, Disparbud Jabar Getol Kolaborasi Dengan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat terus berkoordinasi dengan sejumlah ikatan alumni berbagai universitas. Termasuk dalam melakukan kegiatan sosial dan inovasi dari sisi keilmuan guna membantu menangani pandemi Covid-19 secara masif.

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan, terlebih saat ini masuk dalam momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Maka, sudah saatnya memperkuat solidaritas antarsesama ditingkatkan. 

Sebab, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kekuatan tersendiri untuk menghadapi, bahkan melewati pandemi Covid-19.

“Jawa Barat ini center of knowledge. Artinya, banyak alumni yang tergabung dalam berbagai organisasi ikatan alumni dari universitas yang ada. Gerakan seperti ini sangat berarti dan patut diapresiasi. Pemerintah pun selalu terbuka untuk berkolaborasi,” ujar Dedi usai menghadiri penyaluran bantuan sosial berupa uang tunai Rp1 juta kepada 92 pedagang dari ikatan alumni (Ika) Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Selasa (17/8/2021). 

Dedi mengatakan, ASN di lingkungan Disparbud Jabar pun telah menyisihkan penghasilannya untuk dibelikan sembako bagi masyarakat di sejumlah desa, seperti di Tasikmalaya, Depok, Sukabumi.

"Intinya semangat berbagi ini harus tetap dijaga, bukan soal nominal besar kecilnya,” imbuh dia. 

Dedi memastikan, kolaborasi antara Disparbud Jabar dengan sejumlah ikatan alumni terus terjalin. Salah satu yang sudah terelasiasi adalah upaya melestarikan permainan tradisional dengan membuat acara bertajuk Ulinpiade dengan Ika Unpad.

“Industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang terpukul akibat pandemi. Banyak pula pelaku ekonomi kreatif berjalan lesu. Gerakan sosial seperti ini bisa menjaga optimisme bahwa mereka yang terdampak tidak berdiri sendiri. Program bantuan dari pemerintah juga terus jalan,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Ika Unpar Ivan P Sadik mengatakan gerakan donasi ini dimulai dua pekan lalu hingga akhirnya terkumpul sebanyak Rp140 juta. Sasaran kepada pedagang tidak terlepas dari nostalgia. 

“Para pedagang ini dulu waktu saya dan teman-teman masih kuliah suka membantu kami kasbon agar kita tetap bisa makan, terutama di akhir bulan. Jadi, sekarang kami yang membantu meringankan mereka yang kondisinya sedang sulit,” ujar Ivan.

Gerakan sosial ini dipastikan akan terus berlanjut dengan menyasar berbagai sektor, termasuk para pelaku ekonomi kreatif. Ia pun berkomitmen siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Koordinator penyaluran bansos dari Ika Unpar Jan Sangapan Hutabarat mengatakan ada sebanyak 92 pedagang di sekitar kampus yang diberikan bantuan tunai sebesar Rp1 juta. Penyaluran bantuan itu pun dalam rangka HUT ke-76 RI.

Menurut Jan, ada sekitar 70 persen warung pedagang di sekitar kampus tersebut yang gulung tikar akibat tidak adanya kegiatan mahasiswa di Unpar yang berlokasi di Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung tersebut. Warga sekitar hingga juru parkir pun medapat bantuan berupa paket makanan.

"Karena memang mahasiswa gak ada dan perkuliahan dilakukan secara daring. Bahkan ketika kami berkeliling kita lihat suasana sekitar itu cukup mencekam pada malam hari yang biasanya kalau normal itu cukup ramai," kata Jan. (Rianto Nurdiansyah)


Editor : Doni Ramdhani