Tanggapi Kasus Pencabulan Bocah SD di Padalang, Begini Respon Sonya Fatmala
Kondisi bocah malang yang menjadi korban pencabulan dan pelecehan seksual yang dilakukan tiga orang tetangga dan satu orang teman kerja
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi bocah malang yang menjadi korban pencabulan dan pelecehan seksual yang dilakukan tiga orang tetangga dan satu orang teman kerja sang ayah kini tengah mengalami trauma.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencabulan anak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali terungkap. Pasalnya, belum lama ini empat orang pria tega mencabuli seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Padalarang.
Para pelaku tersebut diketahui berinisial Z (18), EZ (44), AS (56), dan HS (44) itu merupakan tetangga korban dan aksi bejat tersebut dilakukan di rumah masing-masing para pelaku yang tak jauh dari rumah korban.
Menanggapi kasus tersebut, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) KBB, Sonya Fatmala mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan kepada korban kemarin. Namun, hanya bisa bertemu dengan orang tuanya lantaran korban korban kini sedang mengalami masa trauma.
"Jadi memang ada gangguan fisiologi yang terjadi pada anak tersebut, sehingga kalau melihat laki-laki atau keramaian itu ada hal yang mengganggu terhadap dirinya," katanya kepada wartawan, Jumat 3 Juni 2022.
"Akhirnya kemarin saya tidak sempat bertemu dengan ananda, tapi dengan orang tuanya," sambungnya.
Ia menuturkan, kondisi orang tuanya juga cukup tegar dan tetap memberikan dukungan kepada anaknya lantaran apapun yang terjadi kedua orang tua korban tetap menerima dan berusaha tidak menjadikan ini sebuah masalah besar.
"Alhamdulilla, mungkin Allah itu tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan," tuturnya.
Ia menilai, dengan sikap tersebut diharapkan bisa membuat mereka siap untuk melankutkan kehidupan selanjutnya.
"Yang penting kami memastikan kepada keluaga bahwa saat ini pelaku sudah dalam pengamanan hukum, " ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya melalui program Geprak bakal berkolaborasi dengan lembaga hukum dan pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan psikolog, termasuk pihak lainnya untuk memberikan pendampingan untuk pemulihan.
"Untuk sementara ini pendampingan kepada anaknya saja karena yang terdampak hanya anaknya saja. Sementara, kedua orang tuanya alhamdulillah baik-baik saja," tegasnya.
Ia mengaku, sangat miris dengan kejadian tersebut. Oleh karenanya, baik pencegahan, penanggulangan, pendampingan dan lainnya pun bukan hanya tugas pemerintah saja.pendampingan dan lainnya.
"Untuk itu dengan program Geprak ini kami mengajak seluruh elemen masyarakat bersama memerangi dan melindungi perempuan dan anak dari kejahatan yang mungkin saat ini kita anggap tidak masuk akal," bebernya.
Ia berharap, semoga dengan program Geprak ini bisa membuat pelaku jera dan menunjukkan bahwa pihaknya tidak main-main dengan kasus serupa.
"Jadi kami sangat mohon sekali kepada orang tua dan anak-anak sudah mulai bisa diedukasi seksual sejak dini, bagian tubuh mana saja yang tidak boleh dipegang seseorang dan perlindungan diri seperti apa dan lainnya," pungkasnya. *** (agus satia negara).***
Editor : inilahkoran

