Tanggapi Soal Sampah MBG, Benny Bachtiar: Itu Dikelola SPPG
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto masih terus dipantau dan dievaluasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto masih terus dipantau dan dievaluasi.
Salah satunya persoalan pengelolaan dan pembuangan sampah sisa program MBG tersebut. Pasalnya, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, produksi sampah di kota ini mencapai 231 ton per hari.
Dari jumlah tersebut, sekitar 97 hingga 100 ton sampah masih dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, sementara sisanya sudah dikelola secara mandiri.
Pj Wali Kota Cimahi Benny Bachtiar mengatakan, terkait persoalan sampah MBG tersebut dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Jadi sampah yang dihasilkan dari program MBG tersebut bakal dipungut dan sebagian digunakan untuk pembuatan magot dan pakan ternak.
"Sampah itu kita pungut, dan ada beberapa yang memang dimanfaatkan untuk dijadikan magot dan makanan ternak," kata Benny kepada wartawan.
Lebih lanjut dikatakan Benny Bachtiar, sampah kerap kali dianggap sebagai sesuatu yang tidak berharga. Namun, jika dikelola dengan baik, sampah bisa memiliki nilai ekonomi yang positif.
"Sirkular nilai ekonomi di sektor persampahan ini bisa berdampak positif bagi masyarakat," ujarnya.
Benny Bachtiar mengatakan, Cimahi memiliki ambisi untuk menjadi kota yang swasembada pangan.
Menurutnya, dengan memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif, kebutuhan pangan masyarakat, khususnya warga miskin, bisa lebih terpenuhi.
"Terutama masyarakat miskin yang penghasilannya terbatas, dan jika ini dilaksanakan, bisa menekan laju inflasi," ujarnya.
"Ini bisa dimulai dengan mengelola sampah," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

