Tanggapi Ustadz Khalid Basalamah, Dadan Sunandar Sunarya: Penyebaran Islam Lewat Wayang Terbukti Efektif

Pernyataan Ustadz Khalid Basalamah soal wayang mendapat tanggapan keras dari tokoh Padepokan Giri Harja, Dadan Sunandar Sunarya.

Tanggapi Ustadz Khalid Basalamah, Dadan Sunandar Sunarya: Penyebaran Islam Lewat Wayang Terbukti Efektif
Pernyataan Ustadz Khalid Basalamah soal wayang mendapat pertentangan dari tokoh Giri Harja Bandung, Dadan Sunandar Sunarya.

INILAHKORAN, Bandung- Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan pernyataan Ustadz Khalid Basalamah soal wayang. Tokoh dari Padepokan Giri Harja, Bandung, Dadan Sunandar Sunarya pun memberi tanggapannya.

Seperti diketahui, dalam video yang beredar luas di media sosial, Ustadz Khalid Basalamah menyebut wayang sebagai sebuah tradisi yang harus ditinggalkan muslim. Dadan Sunandar Sunarya menanggapi keras pernyataan tersebut.

Menurut Dadan Sunandar Sunarya, pernyataan Ustadz Khalid Basalamah merupakan sebuah ungkapan yang keluar dari seseorang yang tak paham budaya Indonesia.

Baca Juga: Arti Sebenarnya “Orang Baik Dapat Jodoh Baik”, Ustadz Abdul Somad: Perlu Proses Panjang

Menurut Dadan, Wali Songo khususnya Sunan Kali Jaga menyebarkan ajaran Islam melalui media wayang.

"Secara pribadi saya memaklumi yah, karena mungkin beliau tidak tahu tentang kebudayaan dan sejarah penyebaran Islam di Indonesia khususnya di tanah Jawa. Wajahnya beliau juga tidak terlihat seperti orang Indonesia, jadi maklum saja kalau tidak paham soal hubungan wayang dan penyebaran Islam," kata Dadan saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa 15 Februari 2022.

Dikatakan Dadan, sepanjang perjalanan bangsa ini, wayang terbukti efektif menjadi media dakwah dan penyebaran agama Islam.

Bahkan, hingga sampai hari ini pun wayang masih dijadikan bagian dari kehidupan beragama masyarakat.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tebak Kata Shopee Paling Baru Level 386, 387, 388, 389, 390, Bisa Dapat Hadiah

"Contohnya, khitanan anak dan nikahan wayang masih dipakai sebagai bagian dari acara itu. Kan khitanan dan nikahan itu adalah bagian dari ajaran Islam. Nah kalau diharamkan, kenapa para kyai-kyai dari dulu sampai sekarang tidak melarangnya," ujarnya.

Bahkan, lanjut Dadan, para kyai diberbagai pesantren pun saat mengajarkan keilmuannya dengan menggunakan cerita-cerita dan terminologi yang ada dalam pewayangan.

Selain itu, cerita pewayangan di tanah Jawa apalagi dalam kebudayaan Sunda, mengalami adaptasi dan kental dengan ajaran Islam.

"Seperti dalam cerita Mahabarata dan Ramayana, tokoh Drupadi itu kan diceritakan bersuamikan lima orang (poliandri). Tapi dalam cerita wayang Sunda itu hanya bersuamikan satu orang. Kemudian, kalau di India dewa itu tuhan, namun dalam wayang Sunda tokoh dewa itu bisa dikalahkan oleh tokoh si Cepot. Nah hal seperti ini adalah bagian dari adaptasi dengan ajaran Islam," katanya.

Bahkan, kata Dadan, para dalang yang ada di tanah Jawa dari dulu hingga saat ini, selalu menjadikan wayang sebagai media dakwah.

Baca Juga: Tidak Mengamalkan Al-Quran dalam Hidup Ibarat Hewan Ternak yang Tersesat, Ustadz Handy Bonny Jelaskan Ini

Termasuk dirinya, yang lahir dan dibesarkan dari keluarga dalang, banyak belajar ilmu agama dari cerita pewayangan. Dan ketika mendalang pun ia selalu menjadikan wayang sebagai media dakwah.

"Begitu juga saat jamannya almarhum abah Asep Sunandar. Beliau itu mengeluarkan berbagai dalil agama saat mendalang. Dan hasilnya itu sangat efektif, saya menyaksikan ada seorang garong yang tiba-tiba bertaubat setelah menyaksikan lakon wayang Si Cepot Kembar. Orang itu datang ke rumah kami dan menyatakan diri bertaubat. Nah itu kan bukti jika wayang itu benar-benar media dakwah yang efektif," katanya.

Dadan melanjutkan, sebagai orang yang lahir dan dibesarkan dari keluarga dalang, tentu tersinggung dengan ucapan ustadz Khalid Basalamah tersebut.

Tapi sebagai orang Sunda yang pemaaf ia memaklumi ketidaktahuan dan ketidakpahamannya.

Baca Juga: Tanggapi Tren Biodiesel, Ridwan Kamil Ajak Semua Pihak Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng

Namun jika ada para pihak yang berniat menuntut ke jalur hukum, ia pun mendukung langkah tersebut.

Dengan tujuan untuk memberikan efek jera kepada yang bersangkutam dan juga memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak lebih bisa menjaga ucapan dan perbuatannya.

"Sampai sekarang saya Islam dan melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Alangkah baiknya jika kita ini yah sama-sama saja berdakwah. Kami para dalang bertausiah melalui wayang dan beliau melalui ceramah-ceramahnya yah. Nah soal urusam hukum saya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib," kata Dadan yang juga Wakil Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Bandung.

Dadan menjelaskan, jumah dalang dan komunitas pewayangan di Jawa Barat terbilang banyak, bisa mencapai ribuan orang dan tersebar disetiap Kabupaten/Kota.

Baca Juga: Spoiler Ghost Doctor Episode 14: Jang Se Jin Pertaruhkan Nyawanya untuk Selamatkan Seung Tak?

Di Kabupaten Bandung saja, jumlah dalang ada ratusan orang. Untuk di Kabupaten Bandung, paling banyak berada di Padepokan Giri Harja di Jelekong Kecamatan Baleendah yakni lebih dari 20 orang.***(rd dani r nugraha).


Editor : inilahkoran