Teatrikal Jenderal Sudirman Tutup Festival Merah Putih ke-11 Kota Bogor

Teatrikal perjuangan Jenderal Sudirman menutup Festival Merah Putih ke-11 Kota Bogor. Dedie Rachim menyoroti regenerasi dan dampak ekonomi FMP 2026.

Teatrikal Jenderal Sudirman Tutup Festival Merah Putih ke-11 Kota Bogor
Aksi Teatrikal perjuangan Jenderal Besar Sudirman yang digelar di Shelter Ska

INILAHKORAN.ID-Teatrikal yang mengisahkan perjuangan Jenderal Besar Sudirman menjadi penutup rangkaian Festival Merah Putih (FMP) ke-11 Tahun 2026 di Kota Bogor.

Pertunjukan tersebut digelar di Shelter Skadron 6, Lanud Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor, pada Minggu (30/8/2026) malam.

Penutupan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian kegiatan FMP yang berlangsung selama Agustus 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan FMP 2026.

"Apresiasi dan terima kasih untuk kerja keras panitia selama satu bulan serta persiapan yang cukup lama. Persiapan yang dilakukan mampu menampilkan ragam kegiatan dan atraksi yang bisa dibilang sempurna," ungkap Dedie, Minggu (30/8/2026) malam.

Perayaan Kemerdekaan Bogor Dinilai Semakin Meriah

Dedie mengatakan perayaan kemerdekaan di Kota Bogor memiliki kemeriahan tersendiri.

Hal tersebut ia rasakan setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Indonesia.

Menurutnya, semangat kemerdekaan di Kota Bogor terlihat dari masifnya pemasangan bendera Merah Putih di berbagai sudut kota.

"Selain itu, Kirab Merah Putih raksasa yang digelar juga mulai ditiru oleh sejumlah daerah lain, ditambah dengan berbagai rangkaian kegiatan FMP lainnya. Keguyuban yang ada di Kota Bogor berbeda dengan wilayah lain, karena lahir dari kebersamaan yang tulus dari lubuk hati," paparnya.

Menurut Dedie, kekuatan FMP tidak hanya terletak pada banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi juga pada semangat kebersamaan masyarakat.

Ia berharap kebersamaan tersebut dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Generasi Muda Diminta Terlibat

Dedie juga menekankan pentingnya regenerasi dalam pelaksanaan Festival Merah Putih.

Menurutnya, para tokoh senior, inohong, alumni komandan yang pernah bertugas di Kota Bogor serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi telah meletakkan fondasi kebersamaan yang kuat.

"Dorongan Bogor Sahabat, para inohong serta semua pihak yang berkontribusi, para alumni komandan yang pernah bertugas di Kota Bogor, senantiasa menjaga silaturahmi, terus merawat dan menjaga kebersamaan jangan sampai terputus. Ini tugas berat kita yang nantinya akan diteruskan generasi muda, harapan saya agar lebih banyak generasi muda yang dilibatkan," tambahnya.

Dedie menjelaskan, pondasi kebersamaan yang telah dibangun para senior harus menjadi modal untuk melibatkan lebih banyak generasi muda sejak tahap awal pelaksanaan FMP.

Hal tersebut sejalan dengan motto Kota Bogor, "Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga."

"Ini yang harus betul-betul kita jiwai. Orang Kota Bogor harus bisa membuat regenerasi atau kader dari anak muda untuk mau terlibat," jelas Dedie.

Menurutnya, keterlibatan anak muda tidak hanya penting untuk menjaga keberlanjutan FMP, tetapi juga menjadi bagian dari proses menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kebersamaan di Kota Bogor.

FMP Berdampak terhadap Ekonomi Kota Bogor

Selain aspek kebangsaan dan kebersamaan, Dedie menilai berbagai kegiatan FMP juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

Ia menyebut penyelenggaraan berbagai event di Kota Bogor memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Secara khusus, dampak tersebut terlihat pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif selama Agustus 2026.

"Secara garis besar pelaksanaan berbagai event di Kota Bogor selalu memberikan dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk terhadap perputaran ekonomi daerah," ujarnya.

Dedie menyebut terdapat peningkatan okupansi hotel serta pendapatan restoran, kafe dan sektor hiburan lainnya selama pelaksanaan rangkaian FMP 2026.

Semakin banyak kegiatan yang digelar di Kota Bogor, menurutnya, semakin besar pula potensi perputaran ekonomi yang dihasilkan.

Wisatawan dari Luar Daerah Ikut Hadir

Dampak kegiatan FMP juga terlihat dari kedatangan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dedie mengatakan berdasarkan hasil wawancara, terdapat pengunjung yang sengaja datang ke Kota Bogor dari Jakarta, Bandung, Cianjur, Sukabumi hingga sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.

"Hasil dari wawancara ada yang datang dari Jakarta, Bandung, Cianjur, Sukabumi bahkan dari Sumatera hingga Kalimantan, datang secara khusus mengikuti penaikan dan penurunan bendera Merah Putih di Tugu Kujang," terang Dedie.

Kehadiran pengunjung dari luar daerah tersebut menunjukkan bahwa FMP telah berkembang menjadi salah satu agenda yang mampu menarik perhatian masyarakat di luar Kota Bogor.

Danlanud: Cinta Tanah Air Milik Semua

Sementara itu, Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI Andy F. Picaulima, menilai pelaksanaan FMP ke-11 Tahun 2026 semakin melengkapi rangkaian kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, masyarakat dan berbagai elemen lainnya dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan FMP di masa mendatang.

Menurut Andy, semangat cinta tanah air bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan.

"Urusan cinta tanah air tidak hanya urusan TNI-Polri, tetapi masyarakat semua. Dukungan yang diberikan membuat saya terharu, hal yang perlu diingatkan adalah saya akan menjadi pionir FMP di lingkungan saya," tutur Andy.

Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan semangat kebangsaan melalui Festival Merah Putih.

FMP Berakhir, Semangat Persatuan Tetap Menyala

Ketua FMP 2026, Syahril M. Said, menyebut kesuksesan pelaksanaan FMP tahun ini menjadi bukti bahwa semangat Gotong Royong masyarakat Kota Bogor masih terus hidup.

Menurutnya, rangkaian kegiatan boleh berakhir, tetapi pesan persatuan yang dibawa FMP harus terus dijaga.

"Rangkaian FMP boleh berakhir, tetapi bendera akan tetap berkibar dan semangat persatuan tidak boleh runtuh dan terus menyala," pungkas Syahril.

Dengan berakhirnya FMP ke-11, semangat kebersamaan dan cinta tanah air diharapkan tidak berhenti bersama berakhirnya rangkaian acara.

Keterlibatan generasi muda, kolaborasi lintas elemen masyarakat serta konsistensi menjaga semangat Merah Putih menjadi pekerjaan bersama untuk menyambut pelaksanaan Festival Merah Putih pada tahun-tahun berikutnya.***


Editor : JakaPermana