Tekan Inflasi Akhir Tahun, KPwBI Jabar Gelar Pasar Murah

Pada penghujung 2018 ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar menggelar pasar murah di sejumlah lokasi.

 Tekan Inflasi Akhir Tahun, KPwBI Jabar Gelar Pasar Murah
INILAH, Bandung - Pada penghujung 2018 ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar menggelar pasar murah di sejumlah lokasi.
 
Kepala KPwBI Jabar Doni P Joewono mengatakan, penyelenggaraan pasar murah ini serentak dilaksanakan di empat kota, yakni Bandung, Bogor, Depok, dan Bekasi.
 
"Pasar murah ini diselenggarakan dalam rangka mengendalikan tingkat inflasi di penghujung 2018. Karena, berdasarkan data historis 2015-2017 itu akumulasi inflasi Jabar untuk bulan November-Desember mencapai maksimal 1%," kata Doni, Senin (19/11/2018).
 
Menurutnya, berdasarkan Laporan Analisis Pengendalian Inflasi Daerah pada Oktober 2018 ini inflasi Jabar mencapai 2,69% (ytd). Mengingat sasaran inflasi nasional 2018 adalah 3,5±1%, maka ruang kebijakan inflasi Jabar hingga akhir tahun hanya sebesar 0,81%. 
 
Gelaran pasar murah ini bekerja sama dengan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota setempat. Sebagai distributornya, pihaknya menggandeng Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Toko Tani Indonesia (TTI), Locarvest, dan distributor telur di masing-masing kota.
 
Secara rinci, jadwal pasar murah itu akan digelar pada 15-16 November 2018 di Bandung, Bekasi, Bogor, dan Depok; 19 November 2018 (Bandung dan Depok); 26-27 November 2018 (Bandung, Bekasi, Bogor, dan Depok); 10-11 Desember 2018 (Bandung, Bekasi, Bogor, dan Depok); serta 17-18 Desember 2018 (Bandung, Bekasi, Bogor, dan Depok).
 
Doni menuturkan, dari sisi penawaran barang memasuki November inu terdapat beberapa komoditas yang patut diwaspadai pergerakan harganya. Terutama komoditas pangan yang masuk dalam volatile food seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan beras.
 
Mulai masuknya musim penghujan juga ditengarai dapat mempengaruhi hasil panen dari beberapa komoditas hortikultura. Mulai dari jeruk, bayam, dan wortel di mana komoditas hortikultura tersebut memiliki andil yang cukup besar pada inflasi pada Oktober lalu.
 
Komoditas yang ditawarkan pada saat bazar murah merupakan komoditas penyumbang inflasi. Seperti telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, beras premium, serta komoditas hortikultura, khususnya jeruk, wortel, dan bayam.


Editor : inilahkoran