Tekan Kasus TBC, Dinkes Kota Bogor Ambil Pelajaran Berharga dari Kondisi Pandemi Covid-19
Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengaku pihaknya mendukung program nasional eliminasi TBC. Guna menekan kasus, kondisi pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengaku pihaknya mendukung program nasional eliminasi TBC. Guna menekan kasus, kondisi pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga.
"Setiap penderita TBC, kami dampingi penyembuhannya hingga tuntas. Ada pemetaan by name by address. Saya belajar dari kasus Covid-19 ketika kontak serumah, kantor atau lingkungan berisiko tertular, segera kami berikan terapi pencegahan TBC. Yang kontak erat diperiksa dan kalau positif diobati, kalau yang tidak, kami beri terapi lagi. Ada RW siaga dan segera kami bentuk kelurahan siaga TBC," jelas Retno saat review penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tuberkolosis (TBC) Kota Bogor, Selasa 18 November 2025.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Dinkes Kota Bogor menfasilitasi menyusun RAD 2025-2029. RAD tersebut menjadi salah satu acuan untuk sebagai gerak langkah melaksanakan berbagai program dan kegiatan percepatan eliminasi TBC.
"Ini untuk meningkatkan partisipatif dengan kolaborasi pentahelix. Ada akademisi dan mitra pembangunan," ujarnya.
Selain itu, Retno menegaskan pihaknya juga siap memulihkan kesehatan mental penderita TBC Kota Bogor dengan bekerjasama dengan psikolog.
"Kami nanti bekerjasama dengan pasikolog untuk penderita TBC yang perlu dipulihkan kesehatan mentalnya, sesuai arahan pak wakil wali kota," tegasnya seraya menyebutkan target deteksi kasus TBC Kota Bogor yakni 8.500 kasus.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengapresiasi langkah konsisten Dinkes Kota Bogor.
Menurutnya, pengentasan TBC tidak hanya tingkat pusat, RT, RW dan kelurahan saja. Untuk itu, kolaborasi dan sinergitas dibutuhkan untuk mendukung tim percepatan penyakit TBC.
"Tim percepatan TBC bisa berjalan maksimal sesuai ikhtiar kita. Kami mendapatkan hasil yang terbaik untuk Kota Bogor, saya mendoakan dan memberikan semangat untuk semua yang hadir. Dedie-Jenal berharap warga Bogor sehat. Ada cek kesehatan gratis dari kami," tegasnya.
Jenal menyebutkan, pada 2025 ini jumlah anak yang menderita TBC 1.600 anak. Angka tersebut diakuinya harus segera ditekan.
"Informasi dini dari awal harus tersampaikan ke dinas, obat yang dibutuhkan harus sampai selesai. Psikologisnya juga perlu ditangani bisa dengan psikolog," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani
