Pemeriksaan TBC di 22 Puskesmas Kota Tasikmalaya Bakal Diperkuat
Pemeriksaan TBC di 22 puskesmas Kota Tasikmalaya akan diperkuat dengan pemerataan alat dan metode swab untuk mempercepat penemuan kasus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Pemeriksaan tuberkulosis (TBC) di Kota Tasikmalaya akan diarahkan semakin mudah dijangkau masyarakat. Pemerintah berencana memperkuat fasilitas pemeriksaan TBC di seluruh puskesmas di Kota Tasikmalaya.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Menteri kesehatan Benjamin Paulus Octavianus saat kunjungan kerja penanggulangan TBC di Kelurahan Cilembang, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Benjamin bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengikuti kegiatan tracking TBC terintegrasi dan cek kesehatan gratis di RW 15 Kelurahan Cilembang yang menjadi wilayah Kelurahan Siaga TBC Cilembang.
Benjamin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan metode pemeriksaan TBC yang lebih praktis. Salah satunya melalui pengembangan pemeriksaan dengan metode usap atau swab sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada pemeriksaan dahak.
"Nanti ke depan pemeriksaan TBC akan lebih mudah, pemeriksaan dahak cuma ditoel aja di mulut, swab, memudahkan. Saya yakin 2027 akan jauh lebih bagus karena alatnya akan tersebar," kata Benjamin.
Menurut Benjamin, pemerataan peralatan pemeriksaan menjadi bagian dari upaya mempercepat penemuan kasus TBC. Pemeriksaan yang semakin mudah diharapkan dapat mendukung kegiatan pelacakan hingga ke lingkungan masyarakat.
"Nanti bulan depan kita minta 22 puskesmas di Kota Tasik semua dikasih satu," ujarnya.
Benjamin menegaskan, penguatan pemeriksaan perlu berjalan bersamaan dengan pelacakan terhadap orang yang memiliki kontak dengan penderita TBC. Hal itu penting karena TBC merupakan penyakit menular, tetapi dapat disembuhkan apabila pengobatan dilakukan secara disiplin.
"TBC penyakit menular, dapat diobati. 95 persen sembuh jika taat minum obat," katanya.
Ia menyebut Jawa Barat memiliki capaian penemuan dan pengobatan TBC yang baik. Dari sekitar 231 ribu kasus TBC yang disebut terdapat di Jawa Barat, penemuan kasus mencapai 97 persen, sedangkan lebih dari 93 persen telah mendapatkan pengobatan.
Meski demikian, Benjamin menilai aspek pencegahan masih perlu diperkuat. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada masyarakat yang mengalami gejala, tetapi juga orang yang tinggal serumah dengan penderita TBC.
"Jadi program kita mencegah kontak yang sakit, dan pemerataan serumah harus diperiksa dan menyerbu ke desa, perkampungan, jangan nunggu mereka ke puskesmas, langsung jemput bola," ujarnya.
Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Kepala Dinas kesehatan Provinsi Jawa Barat, Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, serta Kepala Dinas kesehatan Kota Tasikmalaya.
Setelah mengikuti kegiatan tracking TBC dan cek kesehatan gratis di Cilembang, rombongan melanjutkan agenda ke Aula RSUD dr Soekardjo untuk mengikuti arahan dan dialog interaktif.
Agenda berikutnya dilanjutkan dengan menghadiri wisuda Poltekkes Kemenkes Kota Tasikmalaya di Graha Mall Asia Plaza.***
Editor : JakaPermana

