Deteksi Dini TBC, 1.000 Warga Binaan Lapas Cipinang Jalani Cek Kesehatan Gratis
Upaya memutus rantai penularan TBC di lingkungan padat, Sudinkes Jakarta Timur gelar pemeriksaan kesehatan massal dan skrining TBC di Lapas Cipinang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur menggelar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terintegrasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, Senin (10/8/2026).
Kegiatan CKG ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi kesehatan sekaligus mencegah potensi penularan tuberkulosis (TBC) di kalangan warga binaan.
"Hari ini ada kegiatan di Lapas Cipinang dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI. Kami diberikan kesempatan untuk menggabungkan kegiatan tersebut dengan CKG, yaitu skrining tuberkulosis," kata Kepala Sudinkes Jakarta Timur, Arief Wahyudhy, di Lapas Cipinang seperti dikutip dari Antara.
Arief menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sekitar 31 tenaga kesehatan yang terdiri atas jajaran Dinas Kesehatan, Sudinkes Jakarta Timur, serta bantuan dari pihak klinik dan rumah sakit di sekitar lingkungan lapas.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bertahap di lima lokasi khusus yang telah dijadwalkan. Setiap titik menargetkan 200 orang, sehingga total sasaran pemeriksaan mencapai 1.000 warga binaan.
Menurut Arief, integrasi antara CKG dan skrining TBC sangat krusial. Selain memetakan kondisi kesehatan warga binaan secara menyeluruh, langkah ini membantu petugas mengidentifikasi serta memutus rantai penularan TBC sejak dini.
"Dengan CKG yang terintegrasi skrining TBC ini, kita bisa mengetahui potensi penularannya ada di mana," ujar Arief.
Ia juga menekankan bahwa warga binaan memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses layanan kesehatan yang layak.
Pengendalian TBC menjadi perhatian khusus mengingat penyakit ini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di wilayah Jakarta Timur. Arief berharap deteksi dini ini dapat mencegah penularan yang lebih luas, terutama di lingkungan bernavigasi khusus dengan tingkat kepadatan dan interaksi tinggi seperti lembaga pemasyarakatan.
Editor : Ahmad Sayuti


