Tekan Mobilitas Warga, Polresta Bogor Kota Perluas Penerapan Ganjil Genap
Polresta Bogor Kota memastikan akan memperluas penerapan ganjil genap untuk menekan laju sebaran Covid 19 di Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bogor,- Polresta Bogor Kota memastikan akan mendukung langkah Pemkot Bogor menekan laju penyebaran Covid 19. Salah satunya dengan memperluas penerapan ganjil genap (Gage).
Kapolresta Bogor Kota, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, dalam menekan mobilitas warga, selain ganjil genap di akhir pekan, Polresta Bogor Kota juga menambah titik ganjil genap setiap hari.
Adapun titik yang akan masuk dalam perluasan ganjil genap tersebut menurut Susatyo di pasar mulai Senin sampai dengan Jumat, Polresta Bogor Kota akan menerapkan ganjil genap.
Baca Juga: Dukung 100 Persen Stop BAB Sembarangan, Pemkab Garut Salurkan Bantuan 3.750 Kloset
Dikatakan Ssuatyo, hasil rapat koordinasi dan evaluasi, Forkopimda Kota Bogor sepakat untuk mengurangi fatalitas dari penyebaran Covid 19 varian omnicron.
Susatyo menjelaskan, sistem Ganjil Genap (Gage) weekend atau akhir pekan diteruskan, kemudian ditambah Gage hari biasa di pasar Senin sampai Jumat.
"Pembatasan pasar sama seperti dahulu, jadi jalur pedestrian SSA ditutup, jadi jangan sampai PTM sekolah ditutup, tapi pedestrian dibuka," ungkapnya.
"Ini dilakukan, karena kalau dibiarkan, saya khawatir lebih cepat menyebarnya. Kemarin kami terima laporan Bogor Trade Mall (BTM) tidak tertib aplikasi peduli lindungi, jadi kami harus diperketat lagi," terang Susatyo.
Susatyo menjelaskan, untuk vaksinasi booster diluar lansia harus digulirkan. Kalau dimaksimalkan bisa mengurangi penyebaran, aktifkan kembali 25 puskesmas serang vaksin booster agar bisa lindungi lansia.
Untuk lingkungan pendidikan guru-guru nya dibooster dahulu, ada upaya proaktif dari Satgas Covid 19 Kota Bogor setidaknya didahulukan sekolah yang ada kasus positif Covid 19.
"Hotline Isoman harus terpusat di Dinkes Kota Bogor. RW siaga harus ada alat saturasi dan lainnya, agar mengurasi fatalitasnya. Kami kemarin sudah tindak kafe dan restoran, apalagi di sepanjang Panduraya menghasilkan Rp200 juta dendanya. Kalau level 3 pembatasan total, jadi kita jangan sampai melorot ke Level 3 apalagi level 4," tegasnya.
Ia memaparkan, omicron dengan kecepatan penyebaran untuk pengurangan dalam pembatasan bisa lebih dari 60 persen. Karena itu PTM jangan mengambil risiko, Kota Bogor tidak bisa berbeda dari Jabodetabek, Jakarta meningkat Kota Bogor bisa meningkat.
"Jangan mengambil resiko. Menurut saya, sudah jangan egois masih ada nenek kakek yang dirumah dan guru yang lansia. Mungkin untuk anak tidak bermasalah, tapi guru-guru yang sudah berumur bermasalah," tandasnya.
Baca Juga: Tragis! Miss USA 2019 Tewas Usai Lompat dari Lantai 60, Unggahan Terakhirnya Jadi Sorotan
"Jangan berhitung lagi, terlalu berbahaya PTM kami kaji dahulu dua minggu. Mudah-mudahan dua ninggu turun. Prediksi pemerintah dipertengahan Februari atau awal Maret peningkatan terjadi. Kita belum sampai Februari sudah 120 ini, PTM hentikan dahulu saja sambil disekolah dilaksanakan aksi dari Dinkes Kota Bogor," jelasnya.***(Rizky Mauludi)
Editor : inilahkoran


