Tergugah Aksi Warga Cirtim, Teguh Rusiana Tebar Peringatan untuk Pemkab Cirebon

Aksi unjuk rasa warga Cirebon Timur menggugah perhatian legislator Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka.

Tergugah Aksi Warga Cirtim, Teguh Rusiana Tebar Peringatan untuk Pemkab Cirebon

INILAHKORAN, Cirebon – Aksi unjuk rasa warga Cirebon Timur menggugah perhatian legislator Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka.

Teguh Rusiana Merdeka, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, turut hadir dalam aksi warga Cirebon Timur. Dia bahkan tak segan-segan menyatakan dukungannya.

“Kurang lebih Rp10 miliar akan dialokasikan untuk betonisasi jalan ini sampai ujung Jalan Parbuaran. Saya mewakili DPRD, berterima kasih atas gerakan ini karena berhasil membuka mata pemerintah,” ujar Teguh.

Meski begitu, Teguh mengingatkan bahwa dana tersebut masih dalam proses dan realisasinya akan membutuhkan pengawalan bersama. Ia berharap masyarakat tetap konsisten mengawal janji pemerintah.

“Kalau sampai Agustus belum juga dikerjakan seperti yang dijanjikan, maka jangan salahkan masyarakat jika kembali turun ke jalan,” ancamnya.

Meskipun beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Cirebon berjanji segera memperbaiki jalanan yang rusak di wilayah tersebut, janji warga untuk melakukan aksi unjuk rasa tetap dilakukan.

Terbukti, ratusan warga turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa, Sabtu 12 April 2025.

Aksi dimulai pukul 09.00 WIB dari Desa Gebang Ilir, Kecamatan Gebang, lalu dilanjutkan dengan konvoi kendaraan bermotor menuju Kecamatan Babakan.

Bahkan guyuran hujan deras pun tak membuat massa bergeming. Mereka terus melaju, menyuarakan tuntutan akan hak dasar: jalan yang layak.

Sesampainya di Babakan, aksi warga mencapai puncaknya. Mereka membawa ikan lele dan menaburkannya di lubang-lubang besar yang menganga di badan jalan.

Bagi warga, lubang-lubang itu bukan sekadar rusak—melainkan simbol kelumpuhan kepedulian pemerintah daerah.

Koordinator aksi, Dade Mustofa Efendi, menyebut aksi ini sebagai bentuk kekecewaan yang sudah menumpuk sejak lama.

Menurutnya, jalan rusak ini sudah terjadi sejak tahun 2018, namun tidak pernah ditangani serius oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon.

“Ini murni aksi peduli masyarakat. Jalan ini rusak sejak 2018. Dulu pernah dijanjikan akan diperbaiki pada 2022 oleh Bupati, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” kata Dade dengan suara lantang. (*)


Editor : Zulfirman