Aktivis Cirebon Timur Soroti Banjir Berulang di Cibogo, Warga Pasang Spanduk Protes
Warga Cirebon timur protes dengan seringnya wilayah Cibogo diternjang banjir dengan membentangkan spanduk
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - banjir yang kembali melanda Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, memicu aksi protes warga dengan memasang sejumlah spanduk di beberapa titik wilayah desa.
Spanduk tersebut berisi tuntutan agar pemerintah segera melakukan normalisasi Irigasi Ambit yang dinilai menjadi penyebab utama banjir berulang.
Aktivis Cirebon Timur, Hamzaiya, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap lambatnya penanganan masalah irigasi yang setiap musim hujan terus meluap hingga merendam permukiman warga.
Menurut Hamzaiya, banjir kembali terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut. Air dari saluran Irigasi Ambit meluap dan masuk ke sejumlah rumah warga sehingga mengganggu aktivitas masyarakat serta menyebabkan kerugian materiil.
“Setiap kali hujan deras, air dari Irigasi Ambit sering meluap dan masuk ke permukiman warga. Kondisi ini sudah berulang dan sangat meresahkan masyarakat,” ujar Hamzaiya, Kamis 12 Maret 2026.
Dia menjelaskan, berdasarkan keluhan warga, salah satu penyebab utama banjir adalah kondisi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan sehingga kapasitas tampung air berkurang. Kondisi paling parah terjadi di sekitar titik BBO 5 dan BBO 6.
“Di beberapa titik seperti BBO 5 dan BBO 6, kondisi saluran sudah lama membutuhkan normalisasi karena terjadi pendangkalan yang cukup serius,” ungkapnya.
Hamzaiya menilai, kekecewaan warga semakin besar setelah mendengar penjelasan dari pihak pengairan bahwa normalisasi Irigasi Ambit kemungkinan baru akan dilaksanakan pada April hingga Mei mendatang.
Menurutnya, warga sebenarnya memahami bahwa pekerjaan infrastruktur memerlukan proses administrasi dan perencanaan. Namun masyarakat berharap ada langkah percepatan ataupun penanganan sementara untuk mengurangi risiko banjir.
“Kalau memang normalisasi membutuhkan waktu, setidaknya ada langkah darurat agar dampak banjir bisa diminimalkan sementara waktu,” akunya.
Hamzaiya memastikan, pemasangan spanduk oleh warga merupakan bentuk aspirasi. Ini agar persoalan banjir tersebut mendapat perhatian serius dari pihak yang memiliki kewenangan. Dia berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat dapat mempercepat penanganan normalisasi Irigasi Ambit.
“Harapan masyarakat sebenarnya sederhana, yaitu langkah nyata agar masalah banjir ini tidak terus berulang setiap musim hujan,” tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


