Musim Pancaroba, Herman Suryatman: Jabar Siap Hadapi Bencana Banjir dan Tanah Longsor
Sekda Jabar Herman Suryatman mengajak masyarakat untuk mewaspadai, siap siaga, dan tangguh kebencanaan. Saat ini, Jabar sedang mengalami bencana kekeringan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekda Jabar Herman Suryatman mengajak masyarakat untuk mewaspadai, siap siaga, dan tangguh kebencanaan.
Saat ini, tutur Herman Suryatman, Jabar sedang mengalami bencana alam kekeringan. Bencana alam kekeringan di ujung musim kemarau ini pun bisa memicu bencana kebakaran dan kekurangan atau kesulitan pangan.
Namun, sesuai prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jabar akan memasuki musim hujan, jenis ancaman bencana pun beralih ke banjir dan tanah longsor.
"Saat ini, kita sedang di tengah-tengah antara bencana di musim kemarau dengan musim hujan atau pancaroba. Kita kemarin-kemarin mengalami bencana kebakaran besar di TPA Galuga, Kabupaten Bogor dan kebakaran lahan di Kabupaten Kuningan. Kedepan, kami mewaspadai bencana alam banjir dan tanah longsor, karena sebentar lagi kita masuk musim hujan," tutur Herman Suryatman kepada wartawan di Cibinong, Kamis (24/9/2026).
Dia menjelaskan, sepanjang musim kemarau ini Jabar termasuk provinsi yang paling rawan bencana alam, dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.
Daerah yang masuk ke dalam resiko bencana tanah longsor, yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Sukabumi.
Sedangkan daerah rawan bencana alam banjir ialah Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
"Tugas Pemprov Jabar dan pemerintah daerah adalah membangun kesadaran masyarakat, dan menjadikan masyarakat Jawa Barat sebagai masyarakat tangguh bencana. Jika terjadi bencana, selamatkan dulu jiwanya, baru setelah itu selamatkan hartanya," jelas Herman. (Reza Zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani

