Waspada Peralihan Musim, Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang Mengancam
Kota Bandung tengah menghadapi masa pancaroba, peralihan musim hujan ke kemarau yang kerap membawa anomali cuaca.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kota Bandung tengah menghadapi masa pancaroba, peralihan musim hujan ke kemarau yang kerap membawa anomali cuaca. Di balik aktivitas warga sehari-hari, potensi banjir, longsor dan angin kencang menjadi ancaman nyata.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung pun mengingatkan masyarakat agar tidak lengah.
“Kami berharap masyarakat mewaspadai fenomena dan anomali cuaca, khususnya di masa pancaroba,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana. Meski BPBD terus melakukan pemantauan cuaca, kesiapsiagaan warga di lapangan akan menentukan seberapa besar dampak yang bisa diminimalisir. “Kami senantiasa memantau perubahan cuaca agar dapat mengantisipasi potensi bencana,” ucapnya.
Koordinasi lintas lembaga, juga menjadi bagian penting dari strategi BPBD. Informasi peringatan dini dari BMKG, segera disebarluaskan kepada masyarakat. Pihaknya bekerja sama dengan perangkat daerah teknis, aparat kewilayahan dan relawan memastikan pesan sampai dengan cepat.
“Kami menyebarluaskan peringatan dini perubahan cuaca yang bersumber dari BMKG, dan berkoordinasi dengan perangkat daerah dan relawan dalam mengantisipasi potensi bencana,” ujar dia.
Kota Bandung sendiri, memiliki kerentanan geografis yang membuat ancaman bencana lebih kompleks. Kawasan perbukitan rawan longsor, sementara wilayah dataran rendah kerap dilanda banjir saat curah hujan tinggi. angin kencang pun, tak jarang menimbulkan kerusakan pada permukiman.
Dalam kondisi seperti itu, Amires menekankan pentingnya langkah sederhana dari masyarakat seperti menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan dan segera melaporkan tanda-tanda bencana ke aparat setempat.
"Jangan menunggu bencana datang baru bertindak. Dengan kewaspadaan bersama, masyarakat Kota Bandung kami harapkan mampu menghadapi anomali cuaca tanpa harus menanggung kerugian besar," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

