Aktivis Cirebon Timur Soroti Dugaan Buruknya Manajemen dan Pelayanan RSUD Waled
Aktivis dan Pemerhati Sosial Cirebon Timur Dade Mustofa Efendi mendesak Pemkab Cirebon segera melakukan pembenahan total terhadap manajemen dan pelayanan di RSUD Waled.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Aktivis dan Pemerhati Sosial Cirebon Timur Dade Mustofa Efendi mendesak Pemkab Cirebon segera melakukan pembenahan total terhadap manajemen dan pelayanan di RSUD Waled.
Desakan ini muncul setelah maraknya keluhan masyarakat, terutama terkait dugaan ketidakprofesionalan dokter dan sikap tenaga kesehatan (nakes). Dia menilai, pelayanan mereka dianggap kurang ramah, khususnya dalam penanganan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Dade mengaku, beberapa bulan kebelakang pihaknya banyak menerima keluhan yang mencakup berbagai aspek. Mulai dari penanganan medis yang dirasa kurang optimal hingga perilaku nakes yang dinilai minim empati, terutama saat berhadapan dengan pasien yang menggunakan fasilitas BPJS.
"Laporannya sampai ke isu soal asusila. Hal ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat Cirebon Timur yang sangat bergantung pada layanan RSUD Waled," aku Dade, Minggu 14 Desember 2025.
Menanggapi situasi ini, Dade menyampaikan, momentum pergantian kepemimpinan saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon. Dia melihat, ada momentum emas untuk pembenahan total di RSUD Waled. Terutama bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon yang saat ini sedang dalam proses mencari figur Direktur baru.
"Direktur RSUD Waled yang baru tersebut tidak hanya sebatas kompetensi manajerial, tetapi juga harus berlandaskan pada sisi kemanusiaan. Jangan sampai milih direktur yang asal asalan," pintanya.
Sebelumnya, polemik pelayanan buruk di RSUD Waled mendapat sorotan keras dari Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia. Dia meminta, semua Rumah Sakit milik Pemkab Cirebon memberikan pelayanan terbaik. Pelayanan tersebut, baik untuk pasien umum ataupun mereka yang menggunakan BPJS. Sophie meminta, tidak ada alasan apapun bagi manajemen rumah sakit untuk membeda bedakan pelayanan.
Menurutnya, viralnya pelayanan buruk RSUD Waled tidak bisa dianggap sepele. Masalahnya, setiap rumah sakit dipastikan ada SOP nya. Pasti ada standar pelayanan yang harus dilakukan kepada pasien, tanpa melihat apakah pasien itu BPJS atau umum.
Dirinya meminta manajemen RSUD Waled segera membenahi manajemen pelayanan, agar kinerja dan citra rumah sakit itu tidak merosot dimata masyarakat. Namun kalau tidak bisa diperbaiki, Sophi mengancam akan memanggil direksi dan manajemen RSUD Waled.
"Kalau belum bisa diperbaiki juga, saya akan panggil seluruh manajemen RSUD Waled. Dan ini berlaku buat RSUD Arjawinangun, supaya memprioritaskan pelayanan terbaik untuk pasien. Mereka kan sudah BLUD, artinya manajemen harus profesional dong," ancam Sophi.
Editor : Doni Ramdhani


