INILAH, Bandung- Detasemen khusus (Densus) 88 Anti Teror, menangkap terduga teroris berinisial WP di sebuah kontrakan di Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (28/3/2019) lalu.
Pemilik kontrakan dimana WP tinggal, Ikke Solihah (25) bercerita pada Kamis (21/3) lalu, seseorang yang bernama Sahid datang ke kontrakan sekitar pukul 22 WIB. Sahid menemui bapaknya yang tinggal dibelakang bangunan kontrakan. Saat itu, yang bersangkutan berniat mengontrak kamar.
"Pertama dia datang pada 21 Maret malam malam ke bapak bilang mau ngontrak. Dia nyodorin foto copy KTP dan uang kontrakan sebesar Rp 700 ribu untuk sebulan. Dia bilangnya dari Bali mau cari tempat usaha di Cimahi tapi belum nemu. Kata bapak saya orangnya keliatan nyantri," kata Ikke di Kampung Pulo, Senin (1/4/2019).
Saat itu, dirinya tidak tinggal di kampung tersebut namun di wilayah Geger Kalong Kota Bandung. Dua hari kemudian, ia mengaku dihubungi oleh bu RT setempat menanyakan KTP milik pengontrak Sahid tersebut.
"Bu RT minta fotocopy KTP, katanya dari kepolisian lagi nyari orang itu. Terus dua hari kemudiannya lagi, bu RT nanya apa ada nama Wisnu ngontrak disini,"ujar Ikke menirukan perkatakan dengan bu RT.
Ikke mengaku saat RT menanyakan nama Wisnu, dirinya heran. Sebab tidak ada nama tersebut kecuali nama Sahid. Ia pun mengirimkan fotocopy KTP Sahid kepada RT dan menanyakan langsung apakah wajah yang didalam KTP adalah Wisnu. Pihak RT pun membenarkan.
Dirinya kemudian mengetahui jika pada Kamis (28/3) sekitar pukul 15.00 WIB lalu RT setempat menghubunginya dan memberitahukan jika pengontrak di kamar no 6 ditangkap. "Katanya itu (terduga teroris) tapi dari RT bilang penangkapan narkoba,"ujarnya.
Sekitar pukul 18.00 WIB di hari tersebut, saat mengecek kamar yang dihuni sudah dalam keadaan kosong. Dirinya mengetahui dari RT setempat jika seluruh barang-barang milik pengontrak dibawa oleh aparat kepolisian..
Ikke pun mengaku kecolongan atas masalah tersebut. Sebab dirinya mengungkapkan tidak tahu apa-apa. Padahal, tiap ada yang hendak mengontrak dirinya selalu meminta KTP yang akan mengontrak. Ke depan dirinya pun akan lebih berhati-hati apabila ada yang hendak mengontrak.
" Hal yang agak mencurigakan dia enggak nawar harga kontrak per bulannya, beda sama orang lain pasti nawar. Pernah lihat story WA dia lagi promosi pengobatan alternatif tapi ditutup wajahnya terus pakai peci," katanya. (dani r nugraha/bsf)