Ternyata Ini Awal Mula Isu Pergantian Sekda KBB Muncul ke Permukaan

Kabar isu pergantian Asep Sodikin bukan hanya sekadar isapan jempol belaka, sebab prosesnya sudah ditempuh sejak awal tahun 2022

Ternyata Ini Awal Mula Isu Pergantian Sekda KBB Muncul ke Permukaan
Kabar isu pergantian Asep Sodikin bukan hanya sekadar isapan jempol belaka, sebab prosesnya sudah ditempuh sejak awal tahun 2022 diawali dengan evaluasi kinerja.

INILAHKORAN, Ngamprah - Kabar isu pergantian Asep Sodikin bukan hanya sekadar isapan jempol belaka, sebab prosesnya sudah ditempuh sejak awal tahun 2022 diawali dengan evaluasi kinerja.

Direktur Eksekutif Sundanesia Digdaya Institute (SDI), Moch Galuh Fauzi menyakini telah mendapatkan informasi terkait upaya evaluasi yang akan dilakukan terhadap Sekda KBB Asep Sodikin.

Kendati demikian, dirinya belum bisa memastikan apa dasar evaluasi tersebut lantaran semestinya alasan utama pergantian Sekda KBB itu didasarkan kepada ukuran kinerja bukan selera politik semata.

Baca Juga: Kapolresta Bandung Pastikan Ketersediaan Minyak Goreng di Kabupaten Bandung Aman

"Saya dapat informasi, kalau Sekda KBB akan dievaluasi. Bahkan prosesnya sudah diajukan sejak Januari 2022," ucapnya yang mengaku informasi yang didapatnya A1 dari sumber yang kredibel.

Ia menilai, jika benar upaya kudeta Sekda KBB melalui evaluasi kinerja dilakukan oleh Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, jelas itu menunjukan Plt ingin menjaga asanya di Pemilu 2024.

"Ini mengingat jabatan Hengki akan berakhir di 2023 dan selama setahun dijabat Pj hingga gelaran Pemilu serentak," ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa Papua Kota Bandung Dukung Operasi Damai Cartenz 2022

Namun demikian, sambung dia, kalau Sekda diganti kemudian di Pilkada Hengky kalah atau bahkan tidak mencalonkan, bisa jadi akan ada proses penggantian Sekda KBB lagi.

Alhasil, tambah dia, semangat reformasi birokrasi dan merit sistem yang sudah dibangun dan mendapatkan kategori baik 2 kali berturut-turut dari Komisi ASN menjadi bias.

"Di sinilah peran penting anggota dewan dengan hak budgetnya sebagai jembatan aspirasi untuk menjaga asa masyarakat terhadap pemerintah dengan melaksanakan fungsi pengawasan," ujarnya.

"Jangan sampai pemerintahan berjalan tanpa arah yang jelas dan hanya mengedepankan ego dan selera pimpinan," sambungnya.

Baca Juga: Sholat Kamu Dapat Pahala Atau Tidak? Ini 5 Golongan Penerima Ganjaran Sholat, Kamu yang Mana?

Perlu diketahui, isu penggantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak dari Hengky Kurniawan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat menggantikan bupati non aktif Aa Umbara Sutisna yang tersandung kasus korupsi dana bansos.

Hal itu bisa dipahami mengingat Sekda KBB Asep Sodikin saat ini adalah 'produk' dari Bupati Aa Umbara. Dia melanjutkan tongkat estapet Sekda KBB yang sebelumnya dijabat oleh Maman S Sunjaya.

Proses hingga saat dirinya dilantik menjadi Sekda pada Rabu 6 Februari 2019 juga diwarnai jalan berliku karena sempat ditunda-tunda.

Akibatnya Penjabat (Pj) Sekda KBB pernah empat kali berpindah tangan mulai dari Wandiana, Aseng Junaedi, Wahyu Diguna, hingga terakhir Asep Ilyas.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran