INILAH, Bandung- Polres Bandung menetapkan Asep, pengemudi bus maut Kramat Jati jurusan yang terguling di Jalan Raya Bypass-Cicalengka, sebagai tersangka. Penyebab kecelakaan maut itu pun terungkap.
Kasatlantas Polres Bandung, AKP Hasby Ristama mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pihaknya, Asep mengaku mengendari bus dalam keadaan mengantuk. Dia kelelahan.
"Karena lelah setelah mengendarai selama sembilan jam dari Wonogiri, Solo, Yogyakarta hingga ke Bandung, tidak istirahat. Kemudian dia mengantuk ditambah saat kejadian kondisi jalanan cukup gelap, sehingga bus yang dikemudikannya oleng," kata Hasby di Soreang,Kamis (7/2).
Hasby menjelaskan, berdasarkan hasil tes urine, yang bersangkutan negatif tidak menggunakan narkoba atau pengaruh minuman beralkohol.
Selain memeriksa pengemudi, pihaknya pun mengecek kelaikan kendaraan yang dikendarai.
"Kami menduga antara STNK dengan kendaraannya tidak sinkron, bahkan saat kami cek nomor rangka dan mesin, tidak ada kesamaan dengan STNK yang di bawa. Kami akan panggil pemilik perusahaan bus untuk menjelaskan kondisi kendaraan yang digunakan ini," ujarnya.
Disinggung terkait kebedaraan sopir setelah kejadian yang diduga melarikan diri, kata Hasby, Asep beralasan berobat ke rumah sakit yang berada di Cimahi.
Namun, hal tersebut dinilai tidak masuk akal karena di dekat tempat kejadian terdapat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, yang lokasinya lebih dekat.
"Kalau dia orang yang bertanggung jawab, seharusnya berada disitu (TKP, red). Kalau harus ke rumah sakit Cimahi tidak masuk akal. Oleh karena itu kami lakukan penangkapan di Cimahi," katnya.
Penangkapan yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Bandung terhadap Asep, hanya dalam waktu dua jam setelah kejadian kecelakaan.
Diakui Hasby, tidak ada kendala dalam penyelidikan hingga penangkapan sopir tersebut.
"Kami akan berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Bandung maupun Provinsi Jabar, untuk pemeriksaan kelaikan kendaraan dan mesin bus yang digunakan," ujarnya.