Tiga Desa di Kabupaten Cirebon Masuk Program KNMP, Mundu Pesisir Belum Dibangun
Tiga desa di Kabupaten Cirebon masuk dalam daftar pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digulirkan pemerintah pusat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tiga desa di Kabupaten Cirebon masuk dalam daftar pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digulirkan pemerintah pusat. Ketiganya yakni Desa Ambulu, Citemu, dan Mundu Pesisir.
Namun, pelaksanaan pembangunan di tiga lokasi tersebut belum berjalan bersamaan. Desa Ambulu dan Citemu dilaporkan mulai memasuki tahap pengerjaan, sementara di Mundu Pesisir belum terlihat aktivitas pembangunan fisik.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan, dan Pengawasan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Teguh Budiman, mengatakan ketiga desa tersebut merupakan bagian dari usulan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan program KNMP.
"Yang terakomodir tiga, yaitu Ambulu, Citemu dan Mundu Pesisir. Sisanya bertahap," kata Teguh, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, Pemkab Cirebon sebelumnya telah mengajukan sejumlah kawasan pesisir sebagai calon penerima program. Pengajuan tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan KNMP di Desa Gebang Mekar yang telah dilaksanakan sejak 2025.
Selain tiga desa yang telah masuk program, pemerintah daerah masih berupaya memperjuangkan kawasan pesisir lainnya agar memperoleh fasilitas serupa.
Beberapa wilayah yang disebut belum mendapatkan program antara lain Karangreja, Suranenggala Kidul, Bungko, Bungko Lor, Mertasinga, dan Waruduwur.
Teguh menjelaskan, pengembangan KNMP tidak hanya berkaitan dengan penataan lingkungan permukiman masyarakat pesisir. Sasaran utamanya justru memperkuat kegiatan ekonomi nelayan melalui pembangunan infrastruktur pendukung perikanan.
Fasilitas yang disiapkan dapat berupa tempat pendaratan ikan, lokasi sandar perahu, sarana perbaikan kapal, pabrik es, penyimpanan ikan berpendingin hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
"Lebih kepada sarana prasarana untuk masyarakat nelayan mencari nafkah melaut. Jadi bukan kampungnya diubah dari kumuh menjadi bersih, tetapi lebih kepada fasilitas penunjang kegiatan nelayan," jelasnya.
Ketersediaan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum sampai ke pasar.
Terlebih, sebagian nelayan masih membutuhkan akses yang lebih dekat terhadap fasilitas penyimpanan ikan maupun bahan bakar bersubsidi.
Meski demikian, Teguh menegaskan tidak semua kampung nelayan akan memperoleh jenis dan jumlah fasilitas yang sama.
Pembangunan akan mempertimbangkan ketersediaan lahan, jumlah nelayan, intensitas kegiatan perikanan, serta kebutuhan masing-masing kawasan.
"Kalau lahannya luas, fasilitasnya bisa lebih lengkap. Kalau tidak luas, yang dibangun tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan lahan yang tersedia," katanya.
Terkait perkembangan pembangunan, Teguh mengaku telah menerima informasi adanya pekerjaan di Ambulu dan Citemu. Namun, pihaknya belum memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai belum dimulainya pekerjaan fisik di Mundu Pesisir.
"Ambulu yang saya dengar sudah mulai progres pembangunannya, termasuk Citemu. Untuk Mundu Pesisir saya belum menyerap lagi kenapa belum, apakah masih ada masalah atau memang belum mulai," ujarnya.
Sementara itu, fasilitas KNMP di Desa Gebang Mekar yang pembangunannya dimulai pada 2025 kini mulai dioperasionalkan.
DKPP Kabupaten Cirebon berharap pengembangan program tersebut dapat memperkuat sektor perikanan tangkap, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan menekan hambatan yang selama ini dihadapi nelayan.
Pemerintahan daerah juga berencana kembali mengajukan kawasan pesisir lainnya secara bertahap agar manfaat program tidak hanya terpusat di beberapa desa.
"Dengan bertambahnya fasilitas pendukung, aktivitas nelayan diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat pesisir Kabupaten Cirebon," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
