Tiga Pejabat Tiga Angkanya, Sebenarnya Berapa Sih Duit Pemprov Jabar Mengendap di Bank?
Sebenarnya, berapa sih dana APBD Jawa Barat yang mengendap di bank? Tiga pejabat, tiga pula angkanya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Sebenarnya, berapa sih dana APBD Jawa Barat yang mengendap di bank? Tiga pejabat, tiga pula angkanya.
Saat rapat pengendalian inflasi di Kementerian Dalam Negeri, merujuk data Kemendagri dan Bank Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Anggaran Pemprov Jabar yang mengendap di bank adalah Rp4,1 triliun.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membeberkan kondisi kas daerah Pemprov Jabar yang saat ini tersimpan di Bank Jabar Banten (BJB) sebesar Rp2,418 triliun. Ia menegaskan dana tersebut disimpan dalam bentuk giro, bukan deposito.
“Kondisi keuangan di Provinsi Jawa Barat hari ini, uang yang tersedia di BJB sebesar Rp2.418.701.749.621. Uang itu tersimpan dalam bentuk giro, bukan deposito,” ujar Dedi, Selasa 21 Oktober 2025.
Itu berarti, terdapat selisih angka yang cukup jauh dibanding data yang disitir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Berselisih Rp1,682 triliun.
Dedi menegaskan, tidak ada dana pemerintah provinsi yang sengaja disimpan untuk mendapatkan bunga bank. Seluruh dana tersebut merupakan bagian dari pendapatan daerah yang akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan hingga akhir tahun.
“Uang itu kok besar? Itu adalah uang pendapatan pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembayaran kegiatan pembangunan,” ujarnya.
Tapi, angka yang disebut Dedi Mulyadi, juga berbeda dengan pernyataan Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman.
Dalam video yang beredar, saat Dedi dan Herman dalam perjalanan menuju Kemendagri dan Bank Indonesia (BI) untuk mencocokkan data mengenai dana Rp4,1 triliun yang sebelumnya disebut oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih tersimpan di rekening pemerintah daerah, Dedi sempat bertanya kepada Herman Suryatman.
“Kita mau ke Kemendagri untuk paparan pengelolaan keuangan daerah Jawa Barat. Kemudian juga ke BI, karena data BI inilah yang jadi rujukan Kemenkeu,” ujar Dedi.
Dedi menegaskan langkah itu diambil untuk memastikan kesesuaian antara data yang dirilis Kementerian Keuangan pada 17 Oktober, yang bersumber dari BI per 15 Oktober, dengan catatan keuangan Pemprov Jabar.
“Di data itu disebut Pemda Jabar masih memiliki uang Rp4,1 triliun di giro dan deposito,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Dedi menanyakan langsung kondisi kas daerah per 15 Oktober 2025 kepada Sekda Jabar.
“Rp2,6 triliun, Pak, di RKUD (Rekening Kas Umum Daerah),” jawab Herman.
Bedanya dengan angka versi Dedi Mulyadi sehari sebelumnya, juga cukup lumayan. Yakni sekitar Rp192 miliar.
Herman menegaskan seluruh dana Pemprov Jabar tersimpan di Bank Jabar Banten (BJB) dan tidak ada rekening lain di luar itu. “Tidak ada, Pak. Semua di Bank Jabar,” katanya. (*)
Editor : Zulfirman
