Tim Gabungan Gelar Operasi Premanisme dan Obat-obatan Terlarang di Kota Bogor

Tim gabungan dari Polresta Bogor Kota, Satpol PP, dan Dinsos Kota Bogor melaksanakan kegiatan penertiban premanisme, pengamen, anak jalanan, dan obat-obatan terlarang di wilayah Kota Bogor, Sabtu 23 November 2024 malam.

Tim Gabungan Gelar Operasi Premanisme dan Obat-obatan Terlarang di Kota Bogor
Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Bismo Teguh Prakoso melalui Kasat Reskrim AKP Aji Rizaldi menuturkan, penertiban premanisme di Kota Bogor itu dilaksanakan karena adanya aduan yang masuk melalui hotline 087810010057. (istimewa)

INILAHKORAN, Bogor - Tim gabungan dari Polresta Bogor Kota, Satpol PP, dan Dinsos Kota Bogor melaksanakan kegiatan penertiban premanisme, pengamen, anak jalanan, dan obat-obatan terlarang di wilayah Kota Bogor, Sabtu 23 November 2024 malam.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Bismo Teguh Prakoso melalui Kasat Reskrim AKP Aji Rizaldi menuturkan, penertiban premanisme di Kota Bogor itu dilaksanakan karena adanya aduan yang masuk melalui hotline 087810010057.

"Sama hal nya ada aduan juga di media sosial adanya aksi premanisme dan pengamen yang memaksa meminta uang sehingga sangat meresahkan para wisatawan domestik maupun asing. Maka dari itu kami melaksanakan kegiatan ini," ungkap Aji, Minggu 24 November 2024.

Aji memaparkan, giat ini merupakan kolaborasi antara Polresta Bogor Kota, Sat Pol PP dan Dinsos sebagai upaya untuk menjaga Kamtibmas Kota Bogor.

"Kegiatan ini kami lakukan di beberapa titik seperti di Tugu Kujang, terminal bis Baranangsiang, jalan Bangka dan lampu merah Ekalokasari. Dalam kegiatan tersebut kami berhasil mengamankan sebanyak 20 orang dengan rincian 3 orang pengemis dan 17 orang pengamen," papar Aji didampingi Kasi Humas Polresta Bogor Kota Iptu Santi Marintan.

Aji menjelaskan, selanjutnya kami laksanakan test urin kepada 17 orang pengamen dengan hasil 13 orang positif Benzo (indikasi menggunakan psikotropika) dan langsung amankan oleh Sat Narkoba Polresta Bogor Kota untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Sisanya 4 orang pengamen yang negatif serta 3 orang pengemis kami serahkan ke Dinas Sosial," jelas Aji.

Aji menegaskan, akan terus melakukan kegiatan ini sampai aksi premanisme hilang di Kota Bogor sehingga para wisatawan domestik maupun asing nyaman dan aman berada di Kota Bogor.

"Sat Reskrim Polresta Bogor Kota berkomitmen bahwa tidak ada ruang lagi bagi orang yang ingin mengganggu kamtibmas di wilayah Kota Bogor," tegasnya.

Sementara itu, TRC Dinas Sosial Kota Bogor Warti memaparkan, pihaknya akan bina dan serahkan ke Dinsos sesuai domisilinya, sehingga mereka tidak kembali turun ke jalan.


Editor : Doni Ramdhani