Dedi Mulyadi akan Berantas Segala Bentuk Premanisme yang Meresahkan Warga
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi siap berantas segara bentuk premanisme di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini seorang pemilik hajatan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, dilaporkan meninggal dunia usai dikeroyok oleh sekelompok pemuda yang merupakan preman.
Hal ini dikarenakan pemilik hajatan yang bernama bapak Dadang tersebut enggan memberikan uang keamanan sebesar Rp500.000 pada sekelompok preman kampung.
Akibatnya sekelompok preman tersebut mengeroyok bapak Dadang yang tengah menggelar pesta pernikahan anaknya hingga meninggal dunia.
Menanggapi insiden tersebut, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi berjanji pihaknya akan memberangas segala bentuk premanisme di Jawa Barat.
"Saya sebagai Gubernur Jawa Barat (akan) hilangkan segala bentuk premanisme, kita tindak secara bersama karena ini sejak saya menjabat, (preman) menjadi musuh utama," tutur Dedi Mulyadi melalui video Instagram yag diunggah oada Senin, 6 April 2026.
Dedi Mulyadi juga mengimbau jika saat ada hajatan warga, acara itu harus terhindar dari minuman keras yang biasa dilakukan sekelompok orang yang dijuluki sebagai preman.
Saat ada hajatan, Dedi Mulyadi juga meminta jika keamanan sebaiknya dilakukan oleh pihak warga setempat agar tidak terjadi lagi hal serupa seperti di Purwakarta.
"Saat ada hajatan sebaiknya kegiatan tersebut dipiketin oleh aparat keamanan setempat yang bisa menjaga kenyamanan ketertiban dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi karena kadang bencana musibah itu datang kapan saja tanpa diduga," terangnya.***
Editor : Firda Rachmawati

