Tragis! Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Dianiaya Usai Dihina Masalah Ekonomi
Seorang marbot masjid berinisial AS (65) tewas mengenaskan akibat dianiaya di wilayah Purwakarta pada Kamis (6/8/2026).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Seorang marbot masjid berinisial AS (65) tewas mengenaskan akibat dianiaya di wilayah Purwakarta pada Kamis (6/8/2026).
Pelaku penganiayaan merupakan seorang pria berinisial FS (35) yang tega menghabisi nyawa korban menggunakan senjata tajam akibat sakit hati sering dihina.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat korban hendak mengumandangkan azan di masjid. Polisi yang mendapat laporan warga langsung bergerak cepat dan berhasil menciduk pelaku hanya satu jam setelah kejadian.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam menjelaskan kronologi detail mengenai aksi penyerangan mendadak yang dilakukan oleh tersangka.
"Jadi kami menjelaskan terkait kronologi peristiwa terjadinya peristiwa pembunuhan pada marbot masjid. Jadi kejadian itu sekitar pukul 12.00. Pada saat itu korban hendak ke masjid melaksanakan azan. Namun pada saat membuka pagar, si pelaku datang dari belakang," ujar Febri, saat ditemui di Polda Jabar, Jumat (7/8/2026).
Febri menambahkan, pelaku langsung menyerang korban tanpa peringatan. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut tak berani mendekat karena pelaku memegang senjata tajam.
"Dari belakang tanpa ngomong apa-apa langsung melakukan penganiayaan menggunakan benda tajam. Setelah itu ada beberapa masyarakat yang datang melihat, tapi tidak melakukan apa-apa, mungkin karena takut pelaku memegang barang tajam, jadi hanya dilihat saja. Setelah sekian beberapa menit korban sudah tersungkur tidak bergerak, pelakunya langsung pergi," jelasnya.
Begitu mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Kepolisian Resor Purwakarta langsung menyisir lokasi kejadian dan memburu keberadaan pelaku.
"Nah pada saat itu kami mendapat laporan dari masyarakat. Informasi awal, kami langsung datangi TKP dan mencari tahu siapa yang diduga sebagai pelakunya. Pada saat itu juga kami bergerak mengamankan pelaku. Jadi pelaku diamankan sekitar pukul 13.00. Tersangka inisial FS," kata Febri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif penyerangan tersebut dipicu oleh rasa sakit hati lantaran pelaku kerap mendapat perlakuan kurang menyenangkan serta ejekan terkait kondisi ekonominya dari korban.
"Ya, motifnya dugaan sementara hasil interogasi bahwa diduga pelaku ini sakit hati pada korban karena sering mendapat perlakuan yang tidak seharusnya didapatkan oleh si pelaku. Contohnya, si korban sering menghina pelaku terkait masalah ekonomi maupun kondisi rumah. Dan ada dugaan awal juga si pelaku dalam keadaan depresi. Dugaan sementara," ungkap Febri.
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan perundungan yang dialami pelaku, pihak kepolisian membenarkan hal tersebut. Polisi juga menjelaskan bahwa antara pelaku dan korban memang sudah saling kenal sejak lama dan bertempat tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.
"Iya, tidak jauh. Betul. Betul, saling mengenal mereka," tuturnya.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut mengenai dugaan unsur perencanaan dalam aksi pembunuhan ini serta ucapan spesifik yang memicu emosi pelaku.
"Eeh tidak membuntuti korban karena emang udah saling kenal. Sudah saling kenal dan memang si pelaku ini udah tahu kalau korban ini emang marbot di masjid itu dan kegiatan sehari-hari ke masjid," ujar Febri.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya perencanaan penyerangan, Febri belum memberikan jawaban pasti.
"Bisa (jadi), kami masih mendalami," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani


