Bukan Cuma karena Sikat Gigi Terlalu Keras, Ini Alasan Medis Mengapa Gusi Berdarah

Banyak orang menganggap gusi berdarah saat menyikat gigi sebagai hal biasa akibat tekanan yang terlalu keras.

Bukan Cuma karena Sikat Gigi Terlalu Keras, Ini Alasan Medis Mengapa Gusi Berdarah
Keluhan gusi berdarah saat menyikat gigi bukanlah hal biasa akibat tekanan yang terlalu keras. (net)

INILAHKORAN.ID - Banyak orang menganggap gusi berdarah saat menyikat gigi sebagai hal biasa akibat tekanan yang terlalu keras. Padahal, bercak darah yang keluar saat meludah bisa menjadi alarm awal adanya masalah kesehatan mulut yang lebih serius.

Dirangkum dari penjelasan medis, berikut fakta di balik penyebab gusi berdarah dan solusi praktis untuk mengatasinya dikutip dari Tucson Spectrum Dentistry .

Gejala Infeksi Gusi yang Kerap Diabaikan

gusi berdarah umumnya merupakan tanda awal dari gingivitis (radang gusi). Selain pendarahan, Anda harus waspada jika gusi mulai membengkak, berwarna merah tua, atau gusi tampak menyusut sehingga gigi terlihat lebih panjang. Jika kondisi ini terus terjadi selama lebih dari satu minggu, segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Penyebab Utama Gusi Mudah Berdarah

Pemicu utama gusi berdarah adalah penumpukan plak dan karang gigi di bawah gusi akibat kebersihan mulut yang kurang terjaga. Plak yang dipenuhi bakteri ini memicu infeksi dan membuat gusi menjadi sangat sensitif. Selain faktor kebersihan, gusi berdarah juga bisa diperburuk oleh kebiasaan merokok, penyakit diabetes, perubahan hormon saat kehamilan, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Mengapa Berdarah Saat sikat gigi dan Flossing?

Jika gusi berdarah saat menyikat gigi, kemungkinan besar bulu sikat Anda terlalu keras atau Anda menggosoknya terlalu kuat. Solusinya, beralihlah ke sikat gigi berbulu lembut atau sikat elektrik agar tekanannya lebih aman bagi gusi.

Sementara itu, jika darah keluar saat Anda menggunakan benang gigi (flossing), hal ini wajar terjadi pada awal pemakaian karena gusi sedang beradaptasi. Lanjutkan flossing setiap hari, dan pendarahan biasanya akan berhenti sendiri dalam waktu seminggu setelah sela-sela gigi bersih dari plak.

Tindakan Nyata untuk Mengatasinya

Jangan tunggu sampai gigi goyang atau terasa nyeri. Anda bisa langsung melakukan langkah penanganan berikut:

Perbaiki cara menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan gerakan searah dari gusi ke ujung gigi. Lengkapi dengan penggunaan obat kumur antiseptik untuk membunuh bakteri yang tidak terjangkau sikat gigi. Hal yang paling krusial adalah rutin melakukan scaling atau pembersihan karang gigi di dokter gigi minimal enam bulan sekali, karena karang gigi yang sudah mengeras tidak akan bisa hilang dengan sikat gigi biasa. Terakhir, hentikan kebiasaan merokok karena tembakau dapat mempercepat kerusakan jaringan gusi Anda.


Editor : Doni Ramdhani