Tindakan Masa Lalu Park Jin Young Kembali di Sorot di Tengah Skandal HYBE

Tindakan Park Jin Young pendiri agensi JYP di masa lalu disorot di tengah ska dal dokumen HYBE yang bocor.

Tindakan Masa Lalu Park Jin Young Kembali di Sorot di Tengah Skandal HYBE
Park Jin Young dan Karina aespa.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini, kebocoran dokumen internal HYBE yang berisi pernyataan kontroversial tentang berbagai Idola dan selebritas, telah memicu perdebatan publik yang besar.

Sementara banyak penggemar menganggap komentar tertentu menyinggung, sorotan juga tertuju pada aktivitas terbaru Park Jin Young, yang memicu diskusi daring.

Dikenal sebagai pendiri JYP Entertainment dan mantan CEO-nya, Park Jin Young kini menjabat sebagai Chief Creative Officer dan tetap aktif di perusahaan tersebut.

Park Jin Young baru-baru ini bergabung dengan para Idola, seperti Karina aespa, dalam tantangan menari, dengan satu klip yang beredar luas di X (sebelumnya Twitter), di mana para pengguna membandingkan perilakunya dengan perilaku pendiri HYBE, Bang Si Hyuk, di tengah skandal tersebut.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 3,6 juta kali saat Parm Jin Young menari dengan Karina aespa.

Sementara beberapa orang memuji pendekatan Park Jin Young, yang lain menyuarakan kritik, meninjau kembali Kontroversi Masa lalu.

Kontroversi ini termasuk manajemen Idola di bawah JYP Entertainment dan keputusan yang menyebabkan para trainee muda bekerja dengan pelaku kejahatan seks yang sekarang dihukum, R. Kelly. 

Banyak unggahan dengan keterangan yang mengingatkan orang-orang tentang hal-hal kontroversial yang telah dilakukan Park Jin Young mendapat perhatian signifikan.

“Seringnya orang-orang lupa seperti apa tipe orang JYP itu gila. Pria ini telah membuat para idolanya kelaparan, mengeksploitasi mereka, rasis, zionis, dan banyak hal lainnya, tetapi ya tentu jangan fokus pada bagian itu.”

JYP bukanlah malaikat seperti yang kalian kira. Dia punya sejarah memperlakukan artisnya dengan buruk, dari diet ekstrem hingga menjadikan Idola wanita muda sebagai objek seksual. Dia juga seorang zionis. Jangan memuji pria seperti itu.”

Meskipun ada kemarahan atas diskusi internal HYBE, beberapa penggemar berpendapat hal itu tidak membebaskan pemimpin industri lain dari pengawasan.***


Editor : Irma Nurfajri