Tindaklanjuti Bencana Pergerakan Tanah di Cibedug, BPBD KBB Kirimkan Surat ke Badan Geologi untuk Dilakukan Kajian

Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menjadi perhatian pemerintah lantaran dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Tindaklanjuti Bencana Pergerakan Tanah di Cibedug, BPBD KBB Kirimkan Surat ke Badan Geologi untuk Dilakukan Kajian
Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menjadi perhatian pemerintah lantaran dampak kerusakan yang ditimbulkan.

INILAHKORAN, Ngamprah - Bencana pergerakan tanah yang terjadi di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menjadi perhatian pemerintah lantaran dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB tercatat sebanyak 10 rumah warga mengalami rusak berat, 44 rumah terancam dan satu bangunan sekolah rusak parah.

Merespons kondisi tersebut, BPBD KBB pun mengirimkan surat ke Badan geologi untuk mengkaji dan menganalisa keamanan tanah di Desa Cibedug Kecamatan Rongga. 

Plt Kepala Pelaksana BPBD, KBB, Asep Sehabudin mengatakan, langkah tersebut sebagai salah satu penanganan dan tindak lanjut dari bencana pergerakan tanah di Desa Cibedug yang mengakibatkan puluhan rumah serta satu bangunan sekolah milik SDN Babakan Talang rusak parah. 

"Surat ke Badan Geologi sudah dilayangkan supaya mereka melakukan kajian keamanan tanah yang mengalami lpergeseran di Cibedug, Rongga," katanya kepada wartawan, Kamis 29 Februari 2024.

Berdasarkan informasi, jelas Asep, rencananya tim dari Badan Geologi bakal turun ke Desa Cibedug, Rongga, pada Senin 4 Maret 2024. 

"Nanti hasil rekomendasi dari Badan Geologi akan menjadi acuan untuk penanganan selanjutnya," jelasnya.

Sejauh ini, terang Asep, penanganan sementara yang dilakukan pihaknya dengan mengevakuasi siswa belajar ke bangunan milik MTs untuk sementara waktu. 

Sedangkan, untuk warga yang rumahnya rusak parah atau terdampak diungsikan ke Gedung Islamic Center dekat kantor Kecamatan Rongga.

"Hasil analisa kebutuhan mendesak di lapangan untuk pengungsi, antara lain alas tidur buat warga yang terdampak, tenda pleton, dan dapur umum," sebutnya. 

Asep menyebut, pengungsi yang terdata sementara ada 48 Kepala Keluarga (KK) dengan 192 jiwa. 

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar jangan dulu pulang ke rumah yang mengalami retakan. Apalagi pada saat kondisi hujan turun yang dikhawatirkan bisa menyebabkan pergeseran tanah lebih parah.

"Yang rumahnya rusak berat dan terancam, sementara diungsikan karena khawatir jika hujan deras rumah mereka bisa ambruk," tandasnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana