Tingkatkan Produksi Film Berkualitas, ISBI Gelar Festival Film Budaya Nusantara
Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, menggelar Festival Film Budaya Nusantara yang ke-2 pada 17, 18, 19 Oktober 2019.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, menggelar Festival Film Budaya Nusantara yang ke-2 pada 17, 18, 19 Oktober 2019. Acara akan berlangsung di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Jalan Buahbatu 212 Bandung.
Koordinator Marcom ISBI Bandung Enok Wartika mengatakan, tujuan diselenggarakannya festival ini adalah untuk meningkatkan produksi film Indonesia yang berkualitas serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap budaya nusantara Indonesia.
Sebagai media apresiasi lanjut Enok, film Indonesia di kalangan pelajar maupun mahasiswa/umum, dan sebagai ajang kompetisi untuk meningkatkan mutu film Indonesia. Pada penyelenggaraan festival tahun 2019, sejak informasi penyelenggaraan festival didistribusikan sudah terlihat bahwa antusias peserta sangat baik.
"Tercatat sekitar lebih dari 100 judul film bertema budaya nusantara dari berbagai kawasan dalam berbagai kategori telah mendaftar untuk menyemarakkan hajat tahunan perfilman bertema budaya ini," ujar Enok, Selasa (16/10/2019).
Enok menambahkan, penyelenggaraan Festival Budaya Nusantara akan dikemas dengan berbagai kegiatan pendukung yang meliputi, kelas sinema yang menghadirkan tokoh-tokoh perfilman. Film Sapa Festival dengan judul “Tarling is Darling” Sutradara Ismail Fahmi Lubis dan Editor Dewi Alibasah serta menghadirkan pemeran utama dalam film tersebut.
"Pemutaran layar tancap serta awarding serta pertunjukan kesenian, menampilkan Rita Tila, Angklung, dan kreativitas seni dari mahasiswa ISBI Bandung," imbuhnya.
Enok menyatakan, pemilihan tema "Film Budaya Film Indonesia" karena Indonesia merupakan Negara dengan keanekaragaman warisan budaya yang melimpah, unik, indah, dan langka. Aset berharga ini, tidak akan ada habisnya untuk dijadikan sumber inspirasi bagi para seniman untuk berkarya dan berkreativitas tanpa batas.
Hasil dari penggalian potensi nusantara yang diramu dalam kepiawaian sineas muda dan bertalenta, diarahkan menjadi media pembelajaran seni budaya menarik karena di dalamnya sarat dengan beraneka pesan moral bagi anak bangsa terutama untuk berkontribusi memperkuat rasa cinta dan bangga terhadap warisan leluhur yang kaya dengan filosofis kearifan lokal dari masyarakat pemiliknya.
"Kami mencoba turut andil menjadi bagian yang memberikan kontribusi terhadap program pewarisan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa," tutur Enok.
Dia berharap, bisa menjadi wahana bagi para sineas, akademisi, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk mengembangkan kreativitas dalam berkarya serta berkontribusi menggali potensi keberagaman seni budaya Indonesia dalam kemasan rekaman audio visual/media rekam sehingga aset berharga nusantara dapat diapresiasi oleh masyarakat secara lebih luas. (okky adiana)
Editor : suroprapanca

