Tirta Pakuan Pertahankan Pelayanan, Pasang Wastafel untuk Masyarakat

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bogor, Perusahaan Umum (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor masih memberlakukan sistem kerja Work From Home (WHF). Tirta Pakuan mempertahankan pelayanan prima pengaliran air ke pelanggan.

Tirta Pakuan Pertahankan Pelayanan, Pasang Wastafel untuk Masyarakat
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bogor, Perusahaan Umum (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor masih memberlakukan sistem kerja Work From Home (WHF). Tirta Pakuan mempertahankan pelayanan prima pengaliran air ke pelanggan.

Bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Tirta Pakuan juga telah memasang sejumlah wastafel beserta toren air untuk digunakan masyarakat di ruang publik.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Sanjaya mengatakan, pihaknya mengikuti arahan Pemkot Bogor, memberlakukan WFH sampai batas waktu yang ditentukan nanti, ini guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Meski begitu kami tetap prioritaskan pelayanan masyarakat, mudah-mudahan tidak makin memburuk semuanya. Meski ada sedikit kendala pengaliran, dikarenakan diulu hujan seharian, kekeruhan tinggi sampai dengan enam jam. Kemudian produksi diturunkan, level reservoar pajajaran rendah, tetapi beberapa saat ini level berangsur naik," ungkap Deni pada Senin (30/3/2020) sore.

Deni juga memaparkan, Tirta Pakuan telah memberlakukan pembatasan jam operasional layanan serta mengarahkan pelanggan membayar tagihannya secara online untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Pembatasan jumlah pengunjung di area pelayanan pelanggan pun sudah ditempuh. Termasuk memberlakukan sistem physical distancing, yakni layanan tanpa tatap muka antara petugas dan pelanggan.

"Kami mohon maaf, bukan berarti Tirta Pakuan ingin membatasi diri dengan pelanggan. Tapi ini untuk antisipasi, agar penyebaran virus corona tidak menyebar di lingkungan Tirta Pakuan," tuturnya.

Sementara, Direktur Teknik (Dirtek), Syaban Maulana menuturkan, beberapa hari lalu ada sedikit gangguan, tetapi itu karena sungai Cisadane yang merupakan salah satu sumber air terbesar Tirta Pakuan dihantam hujan dua hari berturut turut sehingga banjir dan air keruh.

"Tingkat kekeruhan membuat produksi sempat menurun. Terlebih pemakaian air masyarakat meningkat akhir-akhir ini. Dengan adanya pendemo Covid-19 masyarakat jadi fokus air, karena harus mencuci terus. Jadi pemakain meninggkat menjadi menurunnya faktor pengaliran air juga, karena semua ada dirumah dan berbarengan memakai airnya," jelasnya.

Syaban menegaskan, petugas pada Departemen Produksi, Perawatan serta NRW & Tranmisi Distribusi tetap bekerja seperti biasa, kendati ada sebagian unit kerja memberlakukan sistem WFH. Sistem kerja di rumah untuk sebagian departemen pada 18 Maret 2020 hingga 31 Maret 2020. Ini sesuai dengan arahan Wali Kota Bogor tentang protokol penyebaran Covid-19.

"Tapi kami di Direktorat Teknik akan tetap bekerja seperti biasa untuk memastikan sistem produksi dan distribusi tidak sampai terhenti. Tirta Pakuan setiap hari memproduksi air baku hingga 2.560 liter perdetik, yang disuplai ke 162.985 Sambungan Rumah di tujuh zona layanan. Begitu pula pada sistem Transmisi dan Distribusi, petugas tetap siaga penuh dan merespons cepat ketika ada laporan gangguan pengaliran. Saya juga perintahkan petugas pengaliran cermat mengatur sistem pengaliran. Mereka sudah paham tugas-tugasnya," tegasnya.

Terpisah, Direktur Umum (Dirum) Prumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan mengatakan, pihaknya sudah memasang sejumlah wastafel beserta toren air untuk digunakan masyarakat. Pihaknya berkerjasama dengan para donatur, pengusaha, komunitas dan dari internal Perumda Tirta Pakuan memasang 15 wastafel berikut torennya di sejumlah titik di Kota Bogor.

"Seperti di pasar-pasar tradisional dan area publik lainnya. Ini upaya kami dalam menekan penyebaran virus Covid-19 di Kota Bogor. Kami berharap masyarakat yang akan beraktivitas di pasar atau area publik lainnya karena kebutuhan mendesak, bisa membersihkan tangannya terlebih dahulu sebelum atau sesudah beraktifitas di wastafel yang kami pasang," terang Rino

Rino menambahkan, bahwa pihaknya juga saat ini tengah merencanakan untuk memasang box steril di beberapa tempat.

"Insya Allah kami akan membuat bilik atau box steril dan akan dipasang dibeberapa tempat. Jadi warga bisa masuk dulu untuk disemprot disinfektan di dalam box," tuturnya.

Namun yang terpenting, Rino mengimbau untuk selalu menjaga imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan buah-buahan serta sayuran.

"Selain menjaga imunitas tubuh, mengkonsumsi vitamin, berolahraga. Yang terpenting adalah tidak keluar rumah jika tidak ada hal penting. Self distance yang diinstruksikan pemerintah, harus diikuti. Insya Allah kita bisa hidup normal kembali, bisa berpuasa dan berlebaran seperti tahun sebelumnya tanpa takut virus," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

 


Editor : Bsafaat