Titiek Puspa, Dewi Musik Indonesia yang Kini Berpulang: Ahmad Dhani Usulkan Gelar Pahlawan Komposer Indonesia

Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya di dunia seni musik. Penyanyi dan komposer legendaris, Titiek Puspa, tutup usia pada Kamis, 10 April 2025, pukul 16.25 WIB.

Titiek Puspa, Dewi Musik Indonesia yang Kini Berpulang: Ahmad Dhani Usulkan Gelar Pahlawan Komposer Indonesia
Titiek Puspa, Dewi Musik Indonesia yang Kini Berpulang: Ahmad Dhani Usulkan Gelar Pahlawan Komposer Indonesia

INILAHKORAN, Bandung – Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya di dunia seni musik. Penyanyi dan komposer legendaris, Titiek Puspa, tutup usia pada Kamis, 10 April 2025, pukul 16.25 WIB.

Kepergian sang maestro membawa duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga untuk para sahabat musisi dan masyarakat luas yang telah menikmati karya-karya ciptanya selama puluhan tahun.

Sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas jasa-jasanya dalam dunia musik, musisi sekaligus anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani, menyampaikan usulan penting. Ia mendorong agar Titiek Puspa dianugerahi gelar Pahlawan Komposer Indonesia.

"Titiek Puspa, dewinya komposer, belum ada yang seperti beliau, kita usulkan kepada pemerintah supaya menjadi pahlawan komposer Indonesia," kata Ahmad Dhani dikutip dari RRI.co.id.

Menurut Ahmad Dhani, Titiek Puspa bukan hanya sekadar pencipta lagu, tetapi sosok yang menghidupkan industri musik Tanah Air lewat ratusan karya yang abadi.

Di matanya, almarhumah adalah seorang wanita hangat yang mudah bergaul dengan siapa saja, baik kalangan muda maupun yang seumuran.

"Kalau telepon sama Eyang (Titiek Puspa), banyak banget yang dibicarakan. Beliau sosok yang hangat untuk semuanya," kenang Ahmad Dhani.

Prosesi Pemakaman yang Penuh Haru

Prosesi pemakaman Titiek Puspa dilangsungkan pada Jumat siang, 11 April 2025, di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pukul 13.50 WIB. Suasana haru menyelimuti pemakaman yang dihadiri oleh keluarga besar, kerabat dekat, dan masyarakat yang mencintainya.

Dua cucunya, Bondan dan Dio, serta anaknya, Reza, tampak tegar meski air mata tak tertahan sepanjang prosesi. Ustadz Iqbal yang memimpin doa menyampaikan bahwa almarhumah merupakan "Beliau adalah hamba Allah, yang banyak berjasa bagi bangsa dan negara."

"Pada hari ini kita melaksanakan salah satu kifayah, kewajiban yang ditetapkan oleh Allah SWT," ujar Ustadz Iqbal dalam pengantar doa sebelum jenazah diturunkan.

Dalam suasana yang sakral, terdengar suara adzan yang dikumandangkan oleh putra Titiek Puspa, Reza, mengiringi proses penutupan liang lahat. Ustadz Iqbal pun menyarankan pembukaan kain kafan sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum liang lahat ditutup dengan tanah.

Pada pukul 14.00 WIB, proses pemakaman selesai dan berlangsung dengan khidmat tanpa kendala.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan