Tito Karnavian Klarifikasi Isu Bantuan Malaysia untuk Aceh: Tak Pernah Berniat Meremehkan

Klarifikasi Tito Karnavian soal bantuan Malaysia untuk Aceh .

Tito Karnavian Klarifikasi Isu Bantuan Malaysia untuk Aceh: Tak Pernah Berniat Meremehkan
Klarifikasi Tito Karnavian terkait bantuan Malaysia yang diberikan untuk Aceh

INILAHKORAN.ID - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan dirinya tidak pernah memiliki niat untuk mengecilkan bantuan maupun dukungan masyarakat dan pemerintah Malaysia kepada korban bencana di Aceh. Klarifikasi ini disampaikan menyusul ramainya perbincangan publik terkait pernyataan yang dinilai menyinggung pihak Malaysia.

Pernyataan Tito muncul setelah komentar mantan Menteri Luar Negeri Malaysia Rais Yatim viral di media sosial. Rais Yatim mengaku kecewa atas pernyataan yang dianggap meremehkan kontribusi bantuan Malaysia bagi Aceh.

Berbicara di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, Tito menilai ucapannya sebelumnya kemungkinan disalahartikan oleh publik. Ia menegaskan tidak ada sedikit pun maksud untuk merendahkan solidaritas dari Malaysia.

“Saya sama sekali tidak bermaksud mengecilkan bantuan dan dukungan dari saudara-saudara kita di Malaysia. Jika pernyataan saya menimbulkan salah paham, saya minta maaf,” ujar Tito secara terbuka.

Tito juga menekankan bahwa hubungan personal dan profesionalnya dengan Malaysia telah terjalin lama dan erat. Ia menyebut kerja sama tersebut sudah berlangsung sejak dirinya masih aktif di kepolisian, termasuk saat terlibat dalam penanganan pascabom Bali, hingga menjabat Kapolri dan kini sebagai Menteri Dalam Negeri.

Menurutnya, hubungan baik tersebut terus berlanjut dengan sejumlah pejabat tinggi Malaysia, mulai dari Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution, Menteri Luar Negeri, hingga Perdana Menteri Malaysia.

Tito menjelaskan, inti dari pernyataannya bukanlah untuk membandingkan atau mengurangi arti bantuan luar negeri. Ia menekankan pentingnya apresiasi yang seimbang terhadap kerja besar Pemerintah Indonesia, baik pusat maupun daerah, yang bergerak cepat sejak hari-hari awal bencana.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya, mulai dari distribusi logistik, mobilisasi helikopter, kapal, hingga pesawat atas arahan Presiden, serta dukungan anggaran cepat bagi daerah yang terdampak.

Tito juga turun langsung ke Aceh pada 29 November 2025, menyusuri Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, hingga Lhokseumawe untuk menyalurkan bantuan dan mengoordinasikan penanganan lintas sektor bersama TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah.

“Banyak upaya yang sudah dilakukan sejak hari pertama, hanya saja tidak semuanya terekam atau terekspos media,” katanya.

Meski demikian, Tito menegaskan apresiasi terhadap bantuan dari luar negeri, khususnya Malaysia, tetap tinggi. Ia menyebut hubungan serumpun dan kuatnya diaspora Aceh di Malaysia menjadi faktor penting dalam solidaritas tersebut.

Namun ia mengingatkan agar perhatian publik tidak hanya tertuju pada bantuan luar negeri, sementara kerja keras aparat negara, relawan, dan donatur dalam negeri justru terpinggirkan.

“Yang saya maksud, tolong juga dihargai upaya pemerintah pusat, pemerintah daerah, relawan, dan donatur dalam negeri yang bekerja luar biasa meski sering tidak terekspos,” pungkasnya.


Editor : Firda Rachmawati