TK DT Ajarkan Program Santri Keren Masa Pandemik
Ada hal yang sangat istimewa yang dilakukan oleh ratusan siswa-siswi TK Daarut Tauhiid (DT) Kota Bandung. Sebanyak 60 siswa TK DT ini mengikuti program Santri Keren Masa Pandemik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Ada hal yang sangat istimewa yang dilakukan oleh ratusan siswa-siswi TK Daarut Tauhiid (DT) Kota Bandung. Sebanyak 60 siswa TK DT ini mengikuti program Santri Keren Masa Pandemik.
Kepala PG dan TK DT Ade Karwati mengatakan meskipun secara virtual, anak-anak ini sangat senang dengan mengikuti kegiatan ini. Acara ini dilakukan oleh orang yang profesional dalam menyajikan edukasi kepada anak, khususnya dalam tema transportasi Kereta Api.
Selain tema transportasi, anak-anak juga di masa pandemi seperti sekarang ini tetap memiliki keceriaan, kebahagiaan, semangat, kehangatan dan lainnya.
"Sebab, ketika akan mengikuti kegiatan ini, anak-anak diharuskan mempersiapkan kursi yang menjadi media untuk duduk mereka. Anak-anak senang dalam mengikuti acara ini, jadi ceritanya siswa benar-benar itu masuk ke gerbong Kereta Api sesuai dengan tema, kemudian menyiapkan snack di dalam tas dan lainnya," papar Ade, Senin (22/2/2021).
Ade mengungkapkan untuk menstimulasi aspek perkembangan anak, kalau di TK itu pembelajarannya bermain sambil belajar, tapi secara tidak langsung dengan kegiatan ini anak bisa menyampaikan kisahnya, pengamalannya, kemudian instruksi dan lainnya.
"Itu semua aspek perkembangan anak itu tergali, aspek perkembangan itu meliputi nilai moral agama, aspek bahasa, aspek pengetahuan Kereta Api seperti apa, aspek motorik, aspek seninya, gambar warna-warni kereta dan lain sebagainya," imbuh Ade.
Selanjutnya adalah, sosial emosional. Anak-anak itu harus mengikuti sesuai aturan yang berlaku, biasanya anak-anak TK itu superior, agresif, tidak mau diam, tidak mau ikut aturan, tapi secara emosional anak-anak itu diarahkan oleh pembimbing atau guru.
"Jadi kita tetap dengan segala macam tema, permainan dan program yang ada menstimulasi perkembangan anak," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa kegiatan ini diselaraskan karakter baku, baik dan kuat. Ada enam pilar, berani, disiplin, tangguh, ikhlas, jujur, dan tawadhu.
"Anak-anak memiliki keberanian, walaupun secara virtual harus berani kalau naik kereta api itu seperti itu. Ada nilai kejujuran, keberanian," pungkasnya. (okky adiana)
Editor : suroprapanca

