Tracer Study, Cara Jitu Unas Pasim Evaluasi Kurikulumnya
Tracer study cara jitu Unas Pasim mengevaluasi kurikulumnya apakah masih sesuai diimplementasikan para alumninya di dunia kerja.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Universitas Nasional (Unas) Pasim memiliki cara jitu untuk mengevaluasi kurikulum yang diterapkan masih sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja atau tidak. Yakni dengan melakukan tracer study kepada para alumninya yang sudah bekerja.
Tracer study bagi Unas Pasim jadi hal wajib untuk mengevaluasi untuk melihat apakah kurikulum yang diterapkan masih relevan ataukah harus direvisi untuk memenuhi tuntutan era sekarang ini.
”Misalnya sebuah Perguruan Tinggi (PT) itu masih menggunakan kurikulum yang lama, dan tidak relevan dengan tuntutan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri). Maka akan sangat sulit sekali alumni PT itu untuk bisa memenangkan persaingan dalam mendapatkan pekerjaan,” kata Wakil Rektor Kerjasama Unas Pasim Desfitriady dalam keterangannya kepada inilahkoran, Kamis 2 Desember 2021.
Baca Juga: APBD 2022 Turun, Inilah Fokus Pemprov Jabar di Sektor Pendidikan Kata Legislator
Makanya, Unas Pasim selalu melakukan tracer study alumni kepada perusahaan yang bekerjasama dengannya, atau perusahaan yang sudah menggunakan tenaga alumni mereka sebagai karyawan.
Bahkan, dia mengaku baru-baru ini timnya telah melaksanakan tracer study ke PT.SkinSol Kosmetik Industri di Ciwaruga Kabupaten Bandung Barat. Ada tiga alumni Pasim yang bekerjsa di sana untuk membangun digital marketing.
”Tim kita diterima lansung oleh CEO dan Founder dari PT.SkinSol Kosmetik Industri Michael Simon,” ujarnya.
Baca Juga: HUT PGRI ke-76, Pendidikan Karakter Jadi Tantangan di Tengah Pandemi Covid-19
Desfitriady menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada CEO PT.SkinSol tersebut dan berharap kerjasama lainnya bisa juga ditindak lanjuti, seperti magang, pengabdian masyarakat, serta kegiatan lain yang berhubungan dengan Tri Dharma PT.
”Agar nantinya program dari Kemendikbud yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bisa direalisasikan oleh Unas Pasim yang berkolaborasi dengan PT.SkinSolution Kosmetik Industri,” ujarnya.
Sementara itu, Simon mengaku sangat besar sekali arti dan manfaatnya bekerjasama dengan lembaga perguruan tinggi seperti Unas Pasim.
Baca Juga: Kesehatan dan Pendidikan Menjadi Fokus Delapan Isu Prioritas Oded Yana
”Perusahaan kami merasa terbantu dalam meraih posisi puncak dibidang digital marketing, usia yang masih relatif muda, serta ditunjang oleh kemampuan yang ada membuat kami lebih yakin dalam berbisnis,” singkatnya.
Tracer Study atau dikenal juga dengan pelacakan alumni merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh sebuah institusi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharmanya, bahkan untuk mendapatkan nilai yang tinggi dalam akreditasi.
Pelacakan alumni merupakan salah satu syarat utamanya. Tracer Study ini akan melihat apakah alumni yang bersangkutan bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, serta apakah bisa beradaptasi dengan dunia kerja, tentu saja yang akan dilihat juga adalah kinerja mereka di perusahaan dan prestasi alumni tersebut. *** (Ahmad Sayuti)
Editor : inilahkoran


