Tradisi Warga Desa Cijambu Sambut Ramadan, Bersih-bersih Sajadah dan Karpet di Sungai
Kabupaten Bandung Barat (KBB) seolah tak pernah habis untuk menyuguhkan beragam tradisi dan budaya yang menarik untuk digali.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kabupaten Bandung Barat (KBB) seolah tak pernah habis untuk menyuguhkan beragam tradisi dan budaya yang menarik untuk digali.
Keunikan dan keanekaragaman budaya itu mampu menjadi harmoni yang saling melengkapi, memberikan warna tersendiri bagi daerah yang sudah menginjak usia 17 tahun ini.
Salah satu yang menarik disimak, yakni tradisi membersihkan karpet dan sajadah masjid di sungai yang rutin dilakukan warga Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat setiap akan memasuki bulan suci Ramadan.
Pagi itu, para santri dan warga memulai tradisi dengan menggulung karpet panjang di Masjid Nurul Ikhlas, Kampung Pasir Tarasi RT 01/03, Desa Cijambu.
Setelah itu, mereka pun membawa gulungan karpet dan sajadah panjang melewati jalan setapak menuju Sungai Cijambu. Sebagian orang ada yang sudah membawa sabun cuci, sikat dan gayung.
Sesampainya di sungai, sajadah panjang yang menjuntai itu ramai-ramai 'dikeroyok' para santri dari Pesantren Hegar Manah Nurul Qolbi untuk dibersihkan.
Prosesi bersih-bersih karpet itupun dijadikan ajang bermain bagi santri yang kebanyakan masih anak-anak sehingga keceriaan begitu terasa.
Beberapa peristiwa konyol seperti alat penggosok yang terlepas, 'terbang' di atas karpet dan sajadah, tergelincir di batu hingga cipratan air yang mengenai badan mereka, mengundang gelak tawa para santri.
Di tempat lain, santriwati mempersiapkan makanan bagi mereka yang sudah selesai membersihkan dan mencuci karpet masjid itu. Begitulah tradisi para santri di Desa Cijambu yang masih pertahankan hingga kini.
"Iya seneng, soalnya bersih-bersihnya bisa sambil main di sungai," ujar salah seorang santri Muhammad Fauzan Saputra (11).
Setelah mencuci, karpet dan sajadah masjid itu dibawa kembali para santri menyusuri jalan awal untuk dijemur. Tak hanya Tarawih, momentum puasa juga dipakai para santri untuk tadarus Alquran.
Aktivitas itu bisa lebih nyaman dilakukan apabila sajadah dan karpet yang menjadi alas duduk mereka telah bersih.
Pengurus Pesantren Hegar Manah Nurul Qolbi, Ambari Uspal Muniri mengatakan bersih-bersih karpet dan sajadah ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung lama di wilayahnya dan akan terus dipertahankan ke depannya.
Setelah bersih-bersih, para santri dan warga melanjutkannya dengan makan bersama.
"Bersih bersih karpet udah jadi tradisi bersama santri dan warga untuk kebersihan. Kan kebersihan sebagian dari iman. Setelah bersih biasanya warga dan santri ngaliwet, makan bersama seadanya," katanya Ambari.
Ambari menjelaskan, tradisi bersih-bersih masjid beserta karpet dan sajadahnya ini merupakan hal yang sangat penting di bulan suci Ramadan.
Dirinya berharap adanya pencucian karpet tersebut bisa membuat jamaah di masjidnya nyaman. Sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.
"Kegiatan sebelum Ramadan diadakan bersih bersih karena Ramadan adalah bulan maghfirah, bulan rahmat yang harus kita jaga," katanya.
"Selain menjaga hati, menjaga tubuh kita, juga menjaga kebersihan lingkungan tempat kita beribadah kepada Allah," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani
