Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Jadi Bencana dengan Korban Terbanyak di 2025
Tragedi ambruknya mushala ponpes Al Khoziny menelan korban jiwa terbanyak di tahun 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa peristiwa runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi bencana dengan jumlah korban jiwa terbanyak sepanjang tahun 2025.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menjelaskan, hingga hari kesembilan operasi pencarian, Selasa (7/10/2025), total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 171 orang.
Dari jumlah itu, 104 korban selamat, sementara 67 orang meninggal dunia, termasuk delapan bagian tubuh manusia yang ditemukan terpisah dari tubuh utuh korban.
“Korban kali ini termasuk yang paling besar di tahun 2025. Jumlahnya bahkan melampaui korban bencana gempa di Poso dan banjir bandang di Bali,” ujar Budi.
BNPB memastikan seluruh unsur gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih terus bekerja di lapangan untuk menuntaskan proses pencarian korban yang kemungkinan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut.
Menurut Budi, pencarian dilakukan dengan menggunakan alat berat secara bertahap, disertai pengamanan struktur bangunan agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi tim penyelamat.
Ia menegaskan bahwa operasi evakuasi dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar seluruh korban dapat ditemukan secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan petugas.
“Presiden menekankan agar proses evakuasi dituntaskan secepatnya dan sebaik mungkin. Fokus utama kami adalah menemukan seluruh korban dan memastikan tidak ada yang tertinggal,” kata Budi.
BNPB juga menyiapkan tahap penanganan pascabencana, termasuk dukungan psikososial bagi keluarga korban dan pemulihan sarana pendidikan di lingkungan pesantren.
Editor : Firda Rachmawati

