Tragedi di Jalur Terlarang Merbabu: Sugeng Parwoto, Pendaki Asal Temanggung Hilang Saat Menelusuri Jalur Ilegal Timboa

Seorang pria bernama Sugeng Parwoto, warga Tlogorejo, Temanggung, dilaporkan hilang saat mendaki melalui jalur ilegal Timboa – sebuah jalur yang tidak diakui oleh Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) dan dilarang untuk dilalui pendaki.

Tragedi di Jalur Terlarang Merbabu: Sugeng Parwoto, Pendaki Asal Temanggung Hilang Saat Menelusuri Jalur Ilegal Timboa
Tragedi di Jalur Terlarang Merbabu: Sugeng Parwoto, Pendaki Asal Temanggung Hilang Saat Menelusuri Jalur Ilegal Timboa

INILAHKORAN, Bandung – Seorang pria bernama Sugeng Parwoto, warga Tlogorejo, Temanggung, dilaporkan hilang saat mendaki melalui Jalur Ilegal Timboa – sebuah jalur yang tidak diakui oleh Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) dan dilarang untuk dilalui pendaki.

Peristiwa ini bermula pada Jumat, 18 April 2025, saat Sugeng diketahui memulai pendakian bersama rombongan berjumlah enam orang. Mereka sempat berkemah bersama di Pos 5, sebelum akhirnya rombongan memutuskan untuk turun pada hari Sabtu, 19 April.

Sugeng, yang memilih untuk bermalam satu malam lebih lama di atas, justru tak kunjung kembali, hingga keluarganya melaporkan kehilangannya pada Minggu malam.

“Naik jalur Timboa bukan jalur resmi dan tidak izin,” tegas Nurpana, Kasubbag TU Balai Taman Nasional Gunung Merbabu ikutip ari RRI.co.id.

Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas BTNGMb, Basarnas Surakarta, relawan, dan warga sekitar langsung menggelar operasi pencarian intensif. Fokus pencarian digerakkan di sekitar Pos 2 hingga Pos 5, dengan lima tim dikerahkan setiap harinya.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa sejumlah perlengkapan milik Sugeng berhasil ditemukan, termasuk sepatu hijau tosca, tenda merah, pisau stainless, dan sarung kulit coklat. Namun sayangnya, keberadaan Sugeng sendiri belum diketahui.

“Alat-alat yang dibawa ditemukan pagi ini sewaktu pencarian masih di pos lima, cuma orangnya tidak ada,” ujar seorang anggota tim pencari.

Cuaca Buruk Hambat Proses Evakuasi

Meski tim telah berupaya maksimal, pencarian sempat dihentikan sementara akibat cuaca ekstrem dan kabut tebal yang menyelimuti kawasan puncak Merbabu pada Senin, 21 April. Namun pencarian kembali dilanjutkan keesokan harinya dengan semangat dan harapan baru.

“Kondisi cuaca kabut sehingga tim pencarian turun pada Senin kemarin, pencarian kami lanjutkan hari ini (Selasa),” jelas Tri Puji Sugiharto, Kepala Posko Operasi SAR Basarnas Surakarta.

Peristiwa hilangnya Sugeng Parwoto kembali menjadi pengingat akan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan pendakian, terutama untuk tidak menggunakan jalur ilegal yang tidak diawasi dan rawan bahaya.

Jalur Timboa, meski dikenal oleh sebagian kalangan pendaki lokal, bukan bagian dari jalur resmi dan tidak dilengkapi dengan sistem pelaporan serta keamanan pendaki yang memadai.

Pihak TNGMb mengimbau seluruh pendaki untuk selalu menggunakan jalur resmi, melakukan registrasi sebelum naik, dan menghindari pendakian solo, terutama di jalur-jalur yang tidak terpantau.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan