Tren Kasus Campak Naik di Kota Bandung, Mayoritas Anak Belum Diimunisasi
Tren kasus campak di Kota Bandung mengalami kenaikan dan mayoritas anak yang terkonfirmasi belum diimunisasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di tengah gencarnya pemerintah menyoroti peningkatan kasus campak, Dinkes Kota Bandung mencatat tren kenaikan kasus dan mayoritas pengidap campak pada anak-anak ternyata belum diimunisasi.
“Dari 28 pasien yang terkonfirmasi hingga Maret, sekitar 69 persen belum diimunisasi campak. Sebagian besar pasien, merupakan balita yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Meski demikian, seluruh pasien kini sudah membaik dan tidak ada laporan kematian," kata Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih saat dihubungi, Sabtu (4/4/2026).
Sejak Januari, Dinkes Kota Bandung telah mencatat adanya peningkatan kasus suspek campak. Berdasarkan laporan dari fasilitas kesehatan dan rumah sakit, jumlah suspek mencapai 248 kasus hingga Maret. Dari jumlah tersebut, 28 pasien terkonfirmasi positif.
“Kalau terduga itu belum tentu campak. Tapi dari hasil screening, kasus yang masuk laporan kami menunjukkan tren peningkatan,” ucapnya.
Guna menekan penyebaran, pihaknya melaksanakan imunisasi kejar atau catch up campaign. Program, awalnya dilakukan di kecamatan yang ditemukan kasus. Namun setelah edaran Kementerian Kesehatan pada akhir Februari, cakupan diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Bandung.
“Kami sudah melaksanakan imunisasi kejar di seluruh wilayah. Targetnya selesai Maret, tapi kemungkinan diperpanjang hingga April karena sempat terhambat libur Lebaran,” ujar dia.
Dadan menuturkan, libur panjang menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan imunisasi. Banyak anak yang sudah mudik sehingga sulit ditemui oleh petugas kesehatan.
“Kami datangi rumahnya, ternyata pasiennya sudah mudik. Itu salah satu kesulitan di lapangan,” tuturnya.
Dia menekankan, imunisasi adalah kunci utama pencegahan wabah campak. Dengan mayoritas kasus terjadi pada anak yang belum diimunisasi, pihaknya terus mendorong masyarakat agar segera mengikuti program imunisasi.
“Imunisasi kejar, sangat penting untuk menutup kesenjangan cakupan. Kami berharap, masyarakat mendukung agar kasus campak bisa ditekan,” tandas dia.
Editor : Ahmad Sayuti

