Trump Tegaskan AS Tak Tertarik Bertemu Iran, Ancam Serang Fasilitas Nuklir Lagi
Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington belum tertarik bertemu Iran hingga ada perundingan nuklir yang bermakna.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Washington belum berminat menggelar pertemuan dengan Iran hingga Teheran menunjukkan keseriusan dalam perundingan mengenai program nuklirnya. Pernyataan itu disampaikan di tengah kembali memanasnya hubungan kedua negara.
Saat menerima Presiden Lebanon Joseph Aoun di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa (22/7/2026), Trump mengklaim Iran ingin membuka dialog dengan Amerika Serikat. Namun, menurutnya, pemerintah AS hanya akan mempertimbangkan pertemuan jika pembicaraan dilakukan secara "bermakna".
"Mereka sangat ingin bertemu, dan sampai mereka siap bertemu dengan cara yang bermakna, kami sama sekali tidak tertarik," kata Trump.
Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ia bahkan mengklaim operasi militer Amerika Serikat telah melemahkan kemampuan Iran hingga membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pulih.
"Jika kami berhenti sekarang, Iran akan membutuhkan waktu 20 hingga 25 tahun untuk membangun kembali," ujarnya.
Menurut Trump, operasi militer terhadap Iran masih belum berakhir. Ia menyebut langkah Washington telah memberikan dampak besar terhadap kemampuan militer Iran dan mengklaim tindakan tersebut juga berkontribusi terhadap keamanan Israel.
"Perang ini belum selesai sama sekali," katanya.
Trump juga membandingkan operasi terhadap Iran dengan langkah Amerika Serikat di Venezuela. Menurutnya, operasi terhadap Iran jauh lebih besar.
"Yang ini, Iran, jauh lebih besar. Dan sejujurnya, mereka belum melihat apa pun. Kami masih bersikap baik," ucapnya.
Saat ditanya mengenai dugaan pemindahan sentrifus nuklir Iran ke kawasan Pickaxe Mountain, Trump mengaku belum memiliki bukti pasti. Namun, ia menegaskan Amerika Serikat terus memantau keberadaan material nuklir Iran.
"Saya pikir mungkin saja. Kami tidak memiliki catatan yang memastikan hal itu," ujarnya.
Trump mengatakan keberadaan sentrifus tidak menjadi persoalan utama apabila tidak disertai material nuklir. Meski demikian, ia mengisyaratkan kemungkinan operasi militer lanjutan.
"Kami melacak materialnya. Di situlah inti persoalannya, dan kemungkinan besar kami akan mendatangi wilayah itu dalam waktu dekat," katanya.
Bahkan, Trump mengancam akan menyerang wilayah tersebut dengan kekuatan besar apabila diperlukan.
"Kami akan menyerang wilayah itu dalam waktu dekat, dan dengan kekuatan yang sangat besar," tegasnya.
Pernyataan itu muncul setelah pekan lalu Trump menerima pengarahan di Situation Room Gedung Putih mengenai sejumlah opsi untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran. Di antaranya operasi merebut Pulau Kharg yang menjadi terminal utama ekspor minyak Iran serta serangan udara terhadap fasilitas nuklir di Pickaxe Mountain.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan dalam beberapa pekan terakhir. Iran membalas serangan Amerika Serikat dengan menargetkan fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer AS di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Konflik tersebut terjadi meski Washington dan Teheran sebelumnya menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026 untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan damai permanen.***
Editor : JakaPermana

