INILAH, Bogor – Berakhir sudah masa berkantor Usmar Hariman di Balai Kota Bogor. Berakhir pula kebersamaannya sebagai pemimpin Kota Hujan dengan Bima Arya Sugiarto. Kemanakah politisi senior ini setelah itu?
Usmar menegaskan dirinya akan terus mengabdi untuk Kota Bogor. Hanya, jka sebelumnya dia mengabdi dalam kapasitas sebagai birokrat, kini selaku kader Partai Gerindra.
Dalam kapasitas kader partai pula, konsentrasi pertamanya setelah meninggalkan Balai Kota adalah memenangkan pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Umum Presiden 2019.
“Saya akan fokus memenangkan Pemilihan Presiden 2019 pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,” katanya.
Lima tahun menjadi bagian pemimpin Kota Bogor, Usmar mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru. Pengalaman itu dia dapatkan dari dinamika politik yang terjadi selama rentang waktu tersebut.
Wali Kota Bogor periode 2014-2024, Bima Arya Sugiarto, mengaku belajar banyak hal dari politisi senior itu, terutama soal birokrasi. Bima menjadi orang pertama nonbirokrat yang mendapat kepercayaan rakyat memimpin Kota Bogor.
“Ya, saya itu bukan dari birokrasi. Sejarah Kota Bogor mencatat saya itu orang pertama yang bukan dari birokrasi. Tentunya efeknya harus paham birokrasi, harus belajar lagi kultur dan lain-lain,” ungkap Bima, Minggu (7/4) malam.
Bima merasa dirinya sangat beruntung karena ada Usmar yang sudah malang melintang di dunia pemerintahan. Usmar sendiri telah 20 tahun terjun di dunia pemerintahan. Usmar juga merupakan politis senior di Kota Bogor.
“Dari Pak Usmar saya belajar tiga hal. Pertama anatomi persoalan, yang kedua anatomi aturan dan yang ketiga anatomi orang,” jelasnya.
Bima menegaskan, ada satu hal yang benar-benar menjadi pelajaran bagi dirinya, yaitu memimpin Kota Bogor itu tidak bisa dengan gagasan semata. Tidak bisa juga dengan melulu konsep-konsep. Tapi, harus disertai pula dengan sirahturami dan komunikasi.
“Gelar doktor politik itu nyaris tidak ada gunanya. Jadi saya belajar semuanya, harus dengan silahturahmi, komunikasi,” tegasnya.