Tutup dengan Manis, Maung Bandung!
PERJALANAN Persib Bandung di pentas Liga 1 Indonesia musim ini begitu berliku. Nyaris jadi juara, Maung Bandung 'melemah' di paruh kedua kompetisi karena banyak faktor nonteknis!
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
PERJALANAN Persib Bandung di pentas Liga 1 Indonesia musim ini begitu berliku. Nyaris jadi juara, Maung Bandung 'melemah' di paruh kedua kompetisi karena banyak faktor nonteknis!
Persib memimpin klasemen Liga 1 Indonesia hingga paruh pertama kompetisi berakhir. Di paruh kedua, tanda-tanda mereka juara kian menguat. Tapi, semuanya berantakan karena banyaknya hukuman yang diterima skuat besutan Mario Gomez itu.
Laga Persib melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), jadi awal menukiknya performa tim kebanggaan bobotoh Jabar.
Memang, dalam laga itu mereka menang dramatis 3-2. Tapi, seusai laga semuanya berujung kepahitan.
Persib dihukum laga home usiran tanpa penonton di luar pulau Jawa menyusul pengeroyokan terhadap fans Persija, Haringga Sirla sesaat jelang laga berlangsung. Haringga tewas seketika di lokasi kejadian.
Laga melawan Persija tak sebatas membuahkan hukuman untuk suporter semata. Para pilar penting Persib pun harus menerima sanksi larangan bertanding. Komdis dinilai menjatuhkan hukuman yang tak sebanding dengan aksi para penggawa Persib itu di laga melawan Persija.
Striker Ezechiel N'Douassel harus absen dalam lima laga karena dianggap menyikut pemain lawan. Lalu, Jonathan Bauman disanksi dua laga juga karena dianggap menyikut pemain Persija.
Tak hanya dua striker andalan, bek Bojan Malisic juga dihukum skorsing empat laga karena dianggam menendang pemain lawan. Jadilah, selepas laga melawan Persija, performa Persib terjun bebas.
Tapi itu sudah berlalu. Pelatih Mario Gomez memilih move on. Fokusnya saat ini, adalah memenangi laga pamungkas melawan Barito Putera, di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali sore nanti. Tiga poin akan mengamankan peringkat Maung Bandung di posisi tiga besar.
“Kita akan coba untuk menang, karena penting untuk menghakhiri kompetisi diurutan ke tiga,” katanya.
Menurut dia, kompetisi di musim ini adalah pengalaman terbaik bagi Supardi Nasir dan kawan-kawan. Gomez memuji perjuangan hebat Persib.
“Karena banyak hal kita tidak bisa untuk juara. Tetapi kita akan mencoba menyelesaikan kompetisi ini di posisi ke tiga, ini penting bagi kita,” ucapnya.
Editor : inilahkoran

