Udara Memburuk, DLH Jabar Imbau Masyarakat Siaga
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Bambang Riyanto meminta masyarakat selalu siaga menghadapi dampak polusi yang dapat mencemari udara. Meskipun, dia mengklaim, saat ini Indeks Kualitas Udara (IKU) Provinsi Jabar cenderung baik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Bambang Riyanto meminta masyarakat selalu siaga menghadapi dampak polusi yang dapat mencemari udara. Meskipun, dia mengklaim, saat ini Indeks Kualitas Udara (IKU) Provinsi Jabar cenderung baik.
Diketahui, sebelumnya kondisi udara Jabar sempat menjadi perhatian dari Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibukota) yang melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (4/7) lalu. Mereka menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar kepemimpinan Gubenur Ridwan Kamil lalai menjaga kualitas udara.
Bambang mengaku, saat ini IKU Provinsi Jabar berada di atas standar 50 poin. Artinya, pencemaran udara yang terjadi di Jabar tidak bisa dikatakan buruk.
"Kualitas udara sesungguhnya Jabar masuh cukup baik dan masih di atas 50 (poin). Kita masih 72,18 (poin)," ujar Bambang Riyanto di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (25/7/2019).
Bahkan, dia katakan, salah satu daerah di Jabar pun mendapat apresiasi sebagai kota terbersih se-Asean pada 2017 lalu, yaitu Kota Bandung. Hanya saja, Bambang tak menampik, pencemaran udara yang parah dapat menghantui Jabar di masa yang akan datang.
"Karena kita tahu aktivitas masyarakat di Jabar itu sangat luar biasa. Karena itu jangan terlena," katanya.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat kian hari perkembangan pembangunan di Jabar kian banyak. Kehadiran pemukiman atau industri komersial baru dan semakin bertambahnya kendaran di jalan raya menjadi hal yang mesti diperhatikan dampaknya.
"Polusi yang dihasilkan tidak hanya udara, tapi air dan kepadatan sampah ya," katanya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Bsafaat

