UGJ Dorong Desa Sindangjawa jadi Desa Cerdas dari Literasi Digital

Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon mulai mengakselerasi diri. Saat ini desa tersebut menuju “desa cerdas” melalui kolaborasi bersama akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ).

UGJ Dorong Desa Sindangjawa jadi Desa Cerdas dari Literasi Digital
Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon mulai mengakselerasi diri. Saat ini desa tersebut menuju “desa cerdas” melalui kolaborasi bersama akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ).

INILAHKORAN.ID - desa sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, kabupaten cirebon mulai mengakselerasi diri. Saat ini desa tersebut menuju “desa cerdas” melalui kolaborasi bersama akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (ugj).

Berbeda dari program PKM pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan, namun merumuskan model penguatan kapasitas desa berbasis teknologi, mulai dari digitalisasi UMKM, literasi informasi, hingga inovasi pengelolaan sampah berbasis chatbot.

“UMKM kini memerlukan strategi visual, desain konten, serta pemanfaatan platform digital agar mampu bersaing,” ujar dosen UGJ, Farida Nurfalah, 5 Desember 2025.

Ia mengungkapkan, meski Indonesia memiliki lebih dari 64,2 juta UMKM, baru 27 persen yang memaksimalkan pemasaran online. Padahal riset McKinsey tahun 2024 menunjukkan omzet UMKM bisa meningkat hingga 2,5 kali lipat. Asalkan aktif menggunakan digital marketing.

"Pendekatan ini mendorong warga memahami bahwa transformasi digital bukan gaya hidup, melainkan kebutuhan ekonomi," ungkapnya.

Dosen lainnya menyoroti literasi digital dan deteksi hoaks. Dosen Welly Wihayati menyebutkan, Isu hoaks diangkat bukan sekadar sebagai persoalan media sosial, tetapi sebagai ancaman terhadap stabilitas sosial desa.

"Laporan Kominfo tahun ini mencatat, lebih dari 11.000 sebaran hoaks per tahun. Penetrasinya juga cukup  tinggi terutama di wilayah pedesaan" ucap Welly.

Dalam sesi ini, peserta belajar mengenali pola penyebaran hoaks, teknik verifikasi informasi, dan etika digital. Literasi informasi diposisikan sebagai tameng desa dalam menjaga keamanan sosial.

Sementara Kepala Desa Sindangjawa, Yayat Supriatna, menilai, kegiatan PKM ini memberi gambaran baru tentang bagaimana desa bisa bertransformasi.

“Desain kemasan, promosi digital, sampai pengelolaan sampah berbasis teknologi, semua sangat relevan dengan kebutuhan kami. Desa harus bergerak mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama antara desa dan UGJ berlanjut dalam bentuk pendampingan agar inovasi yang dimulai hari ini tidak berhenti sebagai wacana.
Hal itu karena program PKM FISIP UGJ ini melibatkan unsur RW, RT, kader Posyandu, hingga para pelaku UMKM.

"Antusiasme warga menegaskan bahwa desa saat ini tidak lagi menjadi objek pembangunan, tetapi mitra inovasi yang siap bergerak menuju tata kelola modern dan berbasis teknologi," tukasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti