Ular Kobra Mengintai, Dinkes Jabar Lakukan Ini

Masyarakat pada sejumlah daerah di Jawa Barat sedang resah dengan ditemukannya telur ular kobra yang bisa saja mengancam jiwa. Sebut saja Bogor, Bekasi, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Ciamis. 

Ular Kobra Mengintai, Dinkes Jabar Lakukan Ini
Warga menunjukan Ular sendok jawa atau kobra jawa (Naja sputatrix) di dalam bekas botol air mineral setelah berhasil ditangkap warga di Perum Tata Lestari, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (16/12/2019). Warga menemukan 15 anak kobra jawa dalam satu pekan terakhir dengan ukuran panjang 30 cm dan selanjutnya menyerahkan ular tersebut ke komunitas penggemar reptil dan BPBD setempat. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/aww.

INILAH, Bandung- Masyarakat pada sejumlah daerah di Jawa Barat sedang resah dengan ditemukannya telur ular kobra yang bisa saja mengancam jiwa. Sebut saja Bogor, Bekasi, Purwakarta, Tasikmalaya, dan Ciamis. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat melakukan antisipasi dengan memastikan kelancaran distribusi serum Anti Bisa Ular (ABU) ke kabupaten dan kota. Bilamana ada warga yang tergigit ular, diminta untuk segera mencari penanganan medis dengan mendatangi pusat pelayanan kesehatan atau aparat setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan, untuk menangani hal ini yang paling utama adalah melakukan langkah pencegahan. Dalam menyikapi merebaknya perkembangan ular di sejumlah titik di Jawa Barat ini masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan aparat desa, keamanan, dan bidang penanganan hewan di pemerintahan setempat.

"Kami dari dinas kesehatan bertugas untuk penanganan korban, dan semoga tidak ada korban gigitan ular. Penanganan ularnya dari aparat keamananan dan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hewan," ujar Berli, Selasa (17/12/2019)..

Berli menambahkan, walaupun pada beberapa daerah tidak ditemukan adanya warga yang digigit ular namun pihaknya meminta masyarakat tetap waspada. Yang terpenting, dia mengatakan, dinas kesehatan setempat sudah menyiapkan serum Anti Bisa Ular.

Dia juga mengimbau, bilamana ada warga yang tergigit ular jangan melakukan penanganan secara mandiri. Bilamana ada ada penyedia jasa profesional penanganan hama atau ular dapat menghubungi mereka. 

"Saran untuk warga, kalau menemukan ular atau binatang lain yang berpotensi melukai, segera hubungi dinas peternakan atau kesehatan hewan atau petugas keamanan terdekat. Jangan melakukan penanganan secara sendiri," katanya.

Namun, Berli menyampaikan, warga perlu memahami  pertolongan pertama jika ada yang dipatuk oleh ular. Caranya, yaitu dengan mengikat bagian tubuh proksimal atau yang ke arah jantung dari tubuh tergigit. Kemudian, letakkan bagian tubuh yang tergigit selalu lebih rendah dari jantung. 

"Hubungi petugas kesehatan dan biarkan petugas kesehatan yang menangani selanjutnya," katanya.

Lebih lanjut, walau beredar kabar bahwa penemuan ular-ular tersebut disebabkan mereka memang berkembang biak pada akhir tahun, Berli belum bisa mengkategorikan kasus ini sebagai kejadian luar biasa. 

"Terpenting, adalah antisipasi dan pencegahannya supaya hewan tidak menyakiti manusia," pungkasnya.(Riantonurdiansyah)


Editor : Bsafaat