Unas Pasim Bekerja Sama dengan STIE Kasih Bangsa Wujudkan Kampus Merdeka
Wacana “kampus merdeka” yang digaungkan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim pastilah akan mengubah kurikulum secara signifikan dan paradigma tentang perguruan tinggi selama ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Kampus Merdeka yang gaungkan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim disambut baik serta disikapi dengan cermat oleh perguruan tinggi yang ada di Indonesia, baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Adanya wacana kampus merdeka ini pastilah akan mengubah kurikulum secara signifikan dan paradigma tentang perguruan tinggi selama ini. Kolaborasi antar-perguruan tinggi maupun perguruan tinggi dengan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) haruslah lebih intens dilaksanakan.
Karena pada era 4.0 ini, hampir bisa disebut mustahil apabila sebuah organisasi bisa berjalan sendirian. Untuk itu, Universitas Nasional Pasim (Unas Pasim) berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menjalin kerja sama dengan semua stakeholders.
Unas Pasim bersama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kasih Bangsa (STIE Kasih Bangsa) yang berada di LLDIKTI Wilayah 3 menandatangani memorandum of understanding (MoU) bertempat di ruang CRM Kampus Unas Pasim, Kamis (6/2/2020).
Penandatanganan kesepakatan itu dihadiri oleh jajaran Rektorat dan Ketua LPPM Unas Pasim dan dari STIE Kasih Bangsa oleh pendirinya, Eka Wahyu Kasih, Ketua Ruslaini, dan Bagian Kerja Sama Bernardi.
Hal utama yang disepakati dalam waktu pendek adalah pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat), seperti penempatan mahasiswa STIE Kasih Bangsa untuk mendapatkan mata kuliah Bahasa Inggris terutama TOEFL di Unas Pasim.
Juga sebaliknya, mahasiswa Unas Pasim akan mendapatkan pelatihan kewirausahaan di STIE Kasih Bangsa, karena STIE Kasih Bangsa sudah mempunyai inkubator bisnis yang cukup mumpuni. Di bidang penelitian, akan diadakan penelitian bersama dosen dan kalau memungkinkan akan melibatkan juga mahasiswa kedua kampus yang akan diterbitkan dalam jurnal masing-masing perguruan tinggi.
Selama ini yang sudah berjalan adalah pelaksanaan kegiatan e-seminar yang diprakarsai oleh STIE Kasih Bangsa dan ditayangkan juga secara daring oleh kampus-kampus lainnya di Indonesia, ke depannya Unas Pasim juga bisa melaksanakan e-seminar di kampus sendiri atau dosen Unas Pasim sebagai narasumber seminar. Pengabdian masyarakat direncanakan akan memberdayakan masyarakat-masyarakat di sekitar wilayah Jawa Barat dan Jakarta.
Kerja sama kedua kampus semakin menarik mengingat masing-masing kampus mempunyai visi dan semangat yang sama untuk memajukan sumber daya manusia Indonesia. Kedua kampus juga sama-sama mempunyai program beasiswa yang diyakini bisa mengurangi tingkat pengangguran sarjana secara signifikan.
STIE Kasih Bangsa yang mentasbihkan diri sebagai Kampus Beasiswa, benar-benar melakukan seleksi yang ketat kepada mahasiswanya dan membekali alumninya dengan kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja melalui magang kerja, sertifikat-sertifikat keterampilan, dan pembekalan manajerial lainnya.
Sedangkan Unas Pasim dengan program unggulan beasiswa PUB (Pemberdayaan Umat Berkelanjutan) menyiapkan SDM Indonesia yang sangat kompeten di bidang IT (Informasi Teknologi) dan sudah merambah bekerja di perusahaan IT yang besar maupun BUMN.
Selain itu, kedua perguruan tinggi ini juga berkomitmen akan berkolaborasi dalam menambah dan meningkatkan jaringan kerja sama dengan perguruan tinggi lain, baik yang ada di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri, serta tentu saja kolaborasi dengan DUDI tidak boleh dilupakan.
“Harapannya semua yang direncanakan dan dirancang bisa dilaksanakan sesegera mungkin, supaya tidak hanya menjadi wacana dan MOU yang dibuat jangan hanya menjadi alat untuk bisa mendapatkan atau meningkatkan akreditasi,” pungkas Wakil Rektor Bidang Kerjasama Unas Pasim Desfitriady. (sur)
Editor : suroprapanca

